Mon. Jun 27th, 2022

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Sirkuit Lagoi, Cara Singapura Akali Ongkos Gede Tutup Jalan Marina Bay?

2 min read

sirkuit lagoi di bintan via kompas.com/humas pemprov kepri

Sirkuit Lagoi, Cara Singapura Akali Ongkos Gede Tutup Jalan Marina Bay?

angkaberita.id - Tak ingin kehilangan kesempatan, Gubernur Ansar kembali menemui Bambang Soesatyo Ketum IMI merundingkan kelanjutan rencana pembangunan Sirkuit Lagoi. Apalagi, keduanya telah berkoar Presiden Jokowi nantinya akan datang peletakan batu pertama pembangunan di Bintan.

Selain berkonsep sirkuit ramah lingkungan satu-satunya di ajang balap F1, Bambang juga blak-blakan kemungkinan rencana bersama Singapura menyelenggarakan Grand Prix F1, pengganti F1 di Marina Bay. Bersama Monaco dan San Marino, ajang F1 di Singapura menggunakan lintasan sirkuit jalan raya, bukan sirkuit balap terpisah.

Hajatan bersama, kata Bambang, menguntungkan juga menguntungkan Singapura. Karena mereka tak perlu menutup jalan raya, mal dan toko di lokasi lintasan saat hajatan dengan biaya kompensasi sangat besar. IMI, lanjut Bambang, telah mengontak sejawatnya di Singapura lewat Dubes Singapura di Jakarta.

"Saat bertemu Dubes Anil Kumar, Dubes mendukung pembangunan sirkuit F1 di Lagoi. IMI bersama Motor Sport Singapore (MSS) nantinya bisa bersama-sama menyelenggarakan Formula 1 di sirkuit tersebut. Sehingga Singapura tidak perlu lagi menutup jalan dengan kompenssi sangat besar di balapan Formula 1 sirkuit Marina Bay," beber Bambang, seperti dilansir suaraindonesia.media, Sabtu (18/6/2022).

Numpang Isu

Bambang mengklaim, kehadiran Bintan International Green Circuit (BIGC) nantinya akan menjadikan Indonesia sejajar dengan negara tuan rumah hajatan bergengsi F1 dan motorsport dunia. Apalagi, pembangunan tak menggunakan duit APBN/APBD sepeserpun, alias swasta murni lewat konsorsium.

Berdiri di areal seluas 237 hektare, BIGC menelan biaya pembangunan Rp 1 triliun lebih. Panjang sirkuit 5,2 kilometer, dengan 17 tikungan di ajang MotoGP dan 18 tikungan di F1. Pihak konsultan Populous, perancang Sirkuit Mandalika, tengah mematangkan DED sirkuit. Sedangkan penentuan lokasi BIGC, lanjut Bambang, andil Pemprov Kepri dan Gallant Venture Pte Ltd, investor BRC, pengelola kawasan Lagoi.

Terungkap, berkonsep sirkuit hijau (green circuit) karena lokasi berdekat dengan kawasan konservasi bakau di Lagoi. Nantinya konservasi mangrove dan hutan bakau menjadi daya tarik sendiri. Gubernur Ansar mengklaim, konservasi hutan bakau merupakan perhatian Presiden Jokowi. Terbukti saat ke Setokok, Batam, tahun lalu, Presiden menyempatkan diri menanam bakau di sana.

Hutan bakau, klaim Ansar, berfungsi memperbaiki ekosistem pesisir pantai, menekan abrasid an mengurangi emisi karbon. "Hutan mangrove di sekitar sirkuit itu memang sangat luas, bisa satu setengah jam kalau kita berkeliling, jadi konsep sirkuit ini sangat berwawasan eco tourism," sebut Ansar, seperti ditulis Kabarbatam, Minggu (19/6/2022).

General Manager Bintan Resort Cakrawala (BRC), Abdul Wahab optimis BIGC menjadi daya tarik wisatawan ke Lagoi. Apalagi, Lagoi dieknal kawasan wisata terpadu banyak menawarkan eco dan sport tourism.

(*)

Bagikan