Mon. Jun 27th, 2022

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Koalisi Gerindra-PKB Ke Pilpres 2024, Langkah Cerdik Menekan Halus Surya Paloh?

2 min read

prabowo subianto dan muhaimin iskandar, ketum gerindra dan pkb, sepakat berkoalisi di pilpres 2024 melalui visi kebangkitan indonesia raya/foto liputan6 via merdeka.com

Koalisi Gerindra-PKB Ke Pilpres 2024, Langkah Cerdik Menekan Halus Surya Paloh?

angkaberita.id - Gerindra dan PKB sepakat berkoalisi setelah kedua ketum mereka bertemu, Sabtu (18/6/2022) malam. Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar, masing-masing, Ketum Gerindra dan PKB menamakan koalisi mereka Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).

Bukan hanya ke Pilpres, Gerindra-PKB juga berkoalisi di seluruh kontestasi elektoral 2024, termasuk Pileg dan Pilkada. "PKB-Gerindra sepakat dan terbentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, dengan pasangan Mas Bowo-Gus Muhaimin," ungkap Jazilul Fawahid, Waketum PKB, seperti dilansir merdeka.com, Minggu (19/6/2022).

Dalam waktu dekat, mereka bakal mendeklarasikan koalisi. Jazilul mengungkapkan, pihaknya juga berencana mengajak Demokrat dan PKS bergabung. Dengan terbentuknya KIR, kini telah dua poros koalisi Pilpres 2024 terbentuk. Sebelumnya KIB, beranggotakan Golkar dan PAN serta PPP. Keduanya juga telah memenuhi ambang batas pencapresan, alias presidential threshold, yakni 20 persen kursi DPR alias 115 kursi.

Dengan empat parpol belum menentukan sikap, yakni PDIP dan Nasdem serta Demokrat dan PKS, peluang terbentuknya dua lagi paket Pilpres 2024 bukan mustahil. Sebab, dengan jumlah 123 kursi di DPR, PDIP dapat mengajukan capres tanpa perlu berkoalisi dengan parpol lainnya. Kemudian, paket keempat dari, semisal, koalisi Nasdem dan Demokrat-PKS.

Nasdem sendiri, sehari sebelum koalisi Gerindra-PKB, telah resmi mengajukan tiga capres mereka ke Pilpres 2024. Yakni, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa. Namun, hingga sejauh ini, Nasdem belum menentukan koalisi mereka. Meskipun, Demokrat dan PKB paling intens berkomunikasi dengan mereka. Ketiganya, untuk sebagian, terbuhul ke Anies Baswedan. Skenarionya paket Anies-AHY.

Hanya saja, skenario akan berubah, jika Nasdem nantinya tak berkoalisi dengan Demokrat-PKS, tapi justru bergabung ke koalisi lain, semisal KIB atau KIR. Jika begitu, koalisi Pilpres 2024 nantinya hanya dua saja, yakni KIB dan KIR.

Karena, untuk sebagian, begitu Nasdem bergabung ke KIB atau KIR, kemungkinan besar PDIP tak akan mengajukan capres sendiri, tapi bergabung ke koalisi. Paling masuk akal ke Gerindra-PKB, alasan penguatnya "mewujudkan" konsesi Batu Tulis setelah 13 tahun silam.

Lalu, siapa paket KIB, kemungkinan besar Nasdem bergabung ke dalamnya, Ganjar dengan wakil nama lainnya. Demokrat dan PKS, secara teori, akan kehilangan kesempatan berlaga di Pilpres 2024. Begitu juga dengan Anies Baswedan, kecuali terjadi perkembangan luar biasa. Pada titik itu, langkah Gerindra-PKB dapat ditafsirkan sebagai cara keduanya menekan halus Surya Paloh menentukan pilihan koalisinya!

(*)

Bagikan