Mon. Oct 25th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

COVID-19: Kemenkes Perintahkan Poltekkes Buka Vaksinasi Massal, Termasuk Kepri?

2 min read

kemenkes menginstruksikan poltekkes termasuk di kepri membuka vaksinasi covid-19 massal/foto via wartakepri.co.id

COVID-19: Kemenkes Perintahkan Poltekkes Buka Vaksinasi Massal, Termasuk Kepri?

angkaberita.id - Selain mengizinkan Pemda memakai dana perimbangan, seperti DAU dan DBH, mendanai percepatan vaksinasi, pemerintah juga menginstruksikan seluruh politeknik kesehatan (Poltekkes) dan kantor kesehatan pelabuhan (KKP), termasuk di Kepri, membuka vaksinasi massal.

Bahkan, seperti dilansir Katadata, pemerintah juga memerintahkan seluruh rumah sakit vertikal, dan pos layanan pusat di seluruh daerah juga mengadakan vaksinasi massal tanpa melihat asal domisili. Kebijakan itu sejalan langkah pemerintah menggeber vaksinasi sejuta sehari.

Kemenkes mengeluarkan edaran agar UPT dan pos layanan di sekujur negeri memberikan vaksinasi tanpa melihat asal domisili. Surat edaran bernomor HK.02.06/I/1669/2021 dikeluarkan Plt Dirjen P2P Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu, Kamis (24/6/2021).

Jubir Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi kabar itu. UPT naungan Kemenkes dimaksud di antaranya kantor kesehatan pelabuhan, rumah sakit vertikal, serta politeknik kesehatan (Poltekkes). “Agar dapat memberikan pelayanan kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada Kartu Tanda Penduduk (KTP),” perintah surat edaran itu.

Data Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, terdapat 33 rumah sakit vertikal kelolaan Kemenkes dan tersebar di seluruh provinsi di Tanah Air. Pun, rumah sakit khusus seperti RSPI Sulianti Suroso dan sebagainya. Sedangkan Kantor Kesehatan Pelabuhan tersebar di 49 titik di 34 provinsi, termasuk di Kepri.

Adapun Poltekkes tercatat sebanyak 38 lokasi, termasuk di Kepri dan berlokasi di Tanjungpinang. Kemenkes meminta seluruh layanan vaksinasi tidak menyimpan vaksin untuk dua dosis dalam waktu bersamaan. Sekadar informasi, jeda waktu antar dosis vaksin Sinovac mencapai 28 hari, sedangkan AstraZeneca memakan waktu 8 sampai 12 pekan.

“Kebutuhan vaksin dan logistik vaksinasi untuk pelaksanaan kegiatan akan disediakan Kemenkes sesuai ketentuan yang berlaku,” bunyi surat edaran itu. Kemenkes menambahkan percepatan vaksinasi bekerjasama dengan TNI, Polri, organisasi masyarakat, UPT, serta dunia usaha.

Presiden Jokowi menargetkan sejuta dosis per hari dapat tercapai Juli mendatang. Menkes Budi Gunadi Sadikin menambahkan, pemerintah menargetkan dua juta dosis pada semester II tahun 2021. Kasus COVID-19 di Tanah Air, dua hari terakhir melonjak drastis.

Hari ini, Jumat (25/6/2021) berdasarkan data, terjadi 18.872 kasus baru. baru. Kemarin, Kamis (24/6/2021) tercatat penambahan 20.574 kasus baru sebanyak.

Bagikan