Sun. Jun 20th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

COVID-19: Stok AZ Kepri Tinggal Di Natuna, Seluruh Stok Vaksin Di Batam Habis Pekan Ini

2 min read

mohammad bisri, kepala dinkes kepri/foto zulfikar via hariankepri.com

COVID-19: Stok AZ Kepri Tinggal Di Natuna, Seluruh Stok Vaksin Di Batam Habis Pekan Ini

angkaberita.id – Di tengah lonjakan pandemi COVID-19, Batam terancam kehabisan stok vaksin. Bahkan, stok vaksin sama sekali habis akhir pekan ini, vaksin Sinovac maupun AstraZeneca. Khusus AstraZeneca, kecuali Natuna seluruh stoknya di Kepri habis.

“Masih (kosong),” jawab Didi Kusmarjadi, Kepala Dinkes Batam, saat dikonfirmasi ketiadaan stok vaksin AstraZeneca, Senin (26/4/2021) melalui pesan WA. Bahkan, dia mengungkapkan, vaksin Sinovac juga segera habis stoknya.

Jika tida ada pasokan tambahan dari Pemprov Kepri dalam pekan ini, secara teori, setelah hari Minggu lusa habis stok vaksin di Batam. Sehingga jadwal vaksinasi COVID-19 selanjutnya di Batam menunggu ketersediaan vaksin.

“Sinovac tinggal buat Lansia sekitar 1000 (orang),” ungkap Didi sembari menyebut stok vaksinasi Lansia pada Sabtu pekan ini. Kalau 1000 Lansia, artinya vaksin tersisa 2000 dosis karena vaksinasi Sinovac harus dua kali.

Khusus AstraZeneca, kecuali Natuna, kekosongan stok bukan di Batam tapi seluruh kabupaten/kota di Kepri. “AZ yang ada tinggal di Natuna, dan memang pasokan vaksin menurun bulan April ini,” ungkap Mohammad Bisri, Kepala Dinkes Kepri, melalui pesan WA, secara terpisah.

Disinggung pemicu lonjakan pandemi COVID-19 di Kepri, khususnya Batam dan Tanjungpinang dua pekan terakhir, Bisri memilih tak menjawab pertanyaan lanjutan dalam WA itu.

Di tengah ancaman ketiadaan stok vaksin, Sekdaprov Kepri mengklaim telah 114.813 orang tervaksinasi, baik pakai Sinovac maupun AstraZeneca secara lengkap alias dua kali dosis.

Secara persentase, jumlah itu 7,8 persen keseluruhan penduduk masuk kelompok sasaran vaksinasi. Vaksinasi COVID-19 menyasar kelompol usia produktif di atas 19 tahun.

Khusus AztraZeneca, Kepri menjadi satu dari tujuh provinsi di Tanah Air mendapatkan distribusi lebih dulu. Berdalih segera kedaluwarsa di bulan Mei, Kepri mendapat kiriman AstraZeneca bersamaan dengan keputusan membuka pariwisata Kepri dan Singapura.

Kasus Aktif Dekati 1000 Pasien

Hingga 26 April, berdasarkan data Satgas COVID-19 Kepri, jumlah kasus aktif mendekati 1.000 pasien. Keseluruhan 10.762 kasus COVID-19 di Bumi Segantang Lada, dengan 253 penderita di antaranya meninggal dunia.

Penambahan kasus baru terbanyak di Batam dan Anambas, masing-masing 69 orang dan 57 orang. Namun, tidak semua penderita dikarantina di rumah sakit atau lokasi perawatan khusus. Sebagian di antara mereka menjalani isolasi mandiri.

Demi mengantisipasi ledakan kasus baru, terutama mendekati Lebaran, Pemprov Kepri menerapkan kewajiban rapid tes antigen setiap perjalanan ke kabupaten/kota dalam provinsi mulai 6 Mei mendatang.

Di Tanjungpinang, Pemko menghangatkan kembali pengetatan protokol kesehatan, terutama pembatasan kerumunan. Dengan menertibkan jam buka sejumlah usaha di Bumi Gurindam. Walikota Rahma turun langsuang dalam penertiban itu.

Di Batam, sempat terdengar wacana mengajukan kembali Ranperda COVID-19, meskipun DPRD Batam telah menolaknya pada akhir tahun lalu, dengan alasan tumpang tindih pelaksanaan dengan aturan serupa sebelumnya. (*)

Bagikan