Thu. Dec 2nd, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Pemprov DKI Jakarta Gaji Tertinggi Di Tanah Air, Siapa PNS Bergaji Tertinggi Di Kepri?

2 min read

secara nasional, penghasilan bulanan pns di pemprov dki jakarta tertinggi di tanah air lantaran pendapatan asli daerah (pad) mereka besar. di kepri, berdasarkan apbd, hanya dua pemda dengan pad besar, yakni pemko batam dan pemprov kepri. siapa pns bergaji tertinggi di kepri?/foto via jpnn.com

Pemprov DKI Jakarta Gaji Tertinggi Di Tanah Air, Siapa PNS Bergaji Tertinggi Di Kepri?

angkaberita.id– Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi mengingatkan PNS di Tanah Air tak perlu iri dengan penghasilan bulanan sejawatnya di Pemprov DKI Jakarta. Bukan hanya besar, namun penghasilan bulanan PNS di Jakarta tertinggi di Tanah Air.

Selain gaji bulanan, mereka juga mendapatkan tunjangan keluarga, tunjangan jabatan mencakup tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja. Khusus tunjangan jabatan, berbeda-beda, seperti tunjangan struktural, fungsional atau umum.

Nah, itu masih ditambah komponen honorarium seperti uang sidang, uang lembur, hingga uang rapat, serta tunjangan khusus PNS dalam setiap kondisi tertentu.

Tingginya penghasilan itu, MenPAN Tjahjo Kumolo mengungkapkan, tergantung komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD). DKI Jakarta satu dari sekian daerah dengan komponen PAD cukup tinggi dibanding daerah lain.

Dengan ukuran itu, Tjahjo menambagkan, PNS Pemprov DKI Jakarta penghasilan bulanan bahkan jauh lebih tinggi dari PNS Pusat, dengan pengecualian PNS Kemenkeu. Selain personel TNI-Polri, aparat instansi vertikal seperti kejaksaan juga termasuk PNS Pusat.

Khusus PNS Pemprov DKI Jakarta, dalam sebulan, mereka dapat membawa pulang penghasilan sebesar Rp 28 juta. “Jangan iri dengan DKI yang PAD-nya tinggi,” pesan Tjahjo, seperti dilansir CNBC Indonesia.

Berdasarkan data, PAD Pemprov DKI Jakarta, semisal tahun 2018, sebesar Rp 43,33 triliun, dengan total pendapatan sebesar Rp 61,24 triliun. Tahun 2019, PAD naik menjadi Rp 45,71 triliun, dengan total pendapatan di APBD sebesar Rp 62,30 triliun.

Tahun 2020, RAPBD menargetkan PAD sebesar Rp 38,08 triliun, dengan pendapatan Rp 57,07 triilun. Tahun ini, proyeksinya PAD Rp 51,27 triliun, dengan pendapatan Rp 72,20 triliun. Bagaimana dengan gaji pokok?

Secara nasional, gaji pokok PNS mengacu Peraturan Pemerintah (PP) No. 15/2019 Tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah 7/1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Sehingga tidak peduli di Jakarta atau Natuna, sepanjang pangkat golongan dan masa kerja sama, gaji pokok sama.

Pembedanya, tentu saja, pada tambahan penghasilan pegawai (TPP). Masing-masing daerah berbeda, dan Pemprov DKI Jakarta merujuk Pergub No. 64/2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur 19/2020 Tentang Tambahan Penghasilan Pegawai.

Besarannya sebagai berikut:

  • Teknis Ahli: Rp 19.710.000
  • Teknis Terampil: Rp 17.370.000
  • Administrasi Ahli: Rp 15.300.000
  • Administrasi Terampil: Rp 13.500.000
  • Operasional Ahli: Rp 11.610.000
  • Operasional Terampil: Rp 9.810.000
  • Pelayanan Ahli: Rp 8.010.000
  • Pelayanan Terampil: Rp 7.470.000
  • Calon PNS: Rp 4.860.000

Sedangkan PNS dengan jabatan fungsional seperti auditor, perencana dan dokter, besaran TPP sebagai berikut:

  • Keahlian Utama: Rp 33.030.000
  • Keahlian Madya: Rp 28.710.000
  • Keahlian Muda: Rp 23.850.000
  • Keahlian Pertama: Rp 19.620.000

Sedangkan TPP jabatan fungsional di luar auditor, perencana dan dokter sebagai berikut:

  • Keahlian Utama: Rp 31.770.000
  • Keahlian Madya: Rp 26.550.000
  • Keahlian Muda: Rp 23.580.000
  • Keahlian Pertama: Rp 18.720.000
  • Keterampilan Penyelia: Rp 18.720.000
  • Keterampilan Mahir: Rp 17.190.000
  • Keterampilan Terampil: Rp 16.560.000
  • Keterampilan Pemula: Rp 12.960.000.

Bagaimana dengan Kepri? Berdasarkan data, dari tujuh kabupaten/kota, Pemko Batam terbesar PAD, bahkan menyaingi Pemprov Kepri. Khusus Pemprov Kepri, TPP mereka mengacu Pergub No. 80 Tahun 2018, bahkan kabar terakhir Pergub itu telah diperbarui, sehingga angkanya jauh lebih tinggi. Benarkah?

(*)

Bagikan