Sun. Jun 20th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Duet Blora Di Bareskrim, Satu Nama Pernah Obrak-abrik Mafia Solar Batam

2 min read

kapolri jenderal listyo sigit prabowo menunjuk komjen agus andrianto menjabat kabareskrim dan brigjen syahar diantono menjabat wakabareskrim. foto komjen agus andrianto/foto surya.tribunnews.com

Duet Blora Di Bareskrim, Satu Nama Pernah Obrak-abrik Mafia Solar Batam

angkaberita.id – Kendati, pada akhirnya, bukan jenderal Kepri menjabat Kabareskrim, namun Kapolri agaknya mengakui kualitas perwira tinggi pernah berdinas di Kepri.

Terbukti, Jenderal Listyo menunjuk Irjen Syahar Diantono menjadi Wakabareskrim mendampingi Komjen Agus Andrianto. Syahar Diantono pernah menjabat Direskrimsus Polda Kepri tahun 2014.

Duduknya Agus dan Syahar, dua jenderal kelahiran Blora, Jawa Tengah, agaknya juga menjadi cara Kapolri menjaga soliditas angkatan Akpol. Agus Akpol 1989 merupakan senior Jenderal Listyo, dan Syahar Diantono rekan seangkatan Kapolri, Akpol 1991.

Penunjukkan keduanya juga bukti Kapolri mempertimbangkan suara-suara berkembang agar Kabareskrim dijabat jenderal senior. Senioritas juga dirawat Jenderal Listyo dengan mempertahankan sejumlah jenderal senior, Akpol 1987-1989 di jabatan bintang tiga.

Terakhir, dia menempatkan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menjabat Kabaintelkam menggantikan Komjen Rycko Amelza Dahniel. Rycko menduduki Kepala Lemdiklat menggantikan Komjen Arif Sulistyanto.

Kapolres Tanjungpinang di tahun 2005, itu mengambil alih tugas Komjen Agus Andrianto sebagai Kabaharkam dalam mutasi terbatas, Rabu (17/2/2021). Rycko dan Waterpauw, masing-masing, Akpol 1988 dan 1987. Sejumlah jabatan bintang tiga lainnya masih dipertahankan, termasuk Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto.

brigjen syhar diantono, direktur tindak pidana tertentu bareskrim mabes polri ditunjuk kapolri menjabat wakabareskrim/foto via youtube.com

Dengan bertahannya Agung, pernah menjabat Kapolsek Natuna, berarti ada dua jenderal senior berpengalaman di Kepri menjadi “tangan kanan” Kapolri Jenderal Listyo. Sedangkan berduetnya Agus-Syahar seperti mementahkan analisis sejumlah kalangan, termasuk Indonesia Police Watch (IPW).

Mutasi pertama Kapolri Listyo juga terbilang penuh kejutan. Seperti naiknya Kapolda Papua Waterpauw menjabat Kabaintelkam. Dia menjadi jenderal pertama Papua di bintang tiga. Jenderal fasih berbahasa Jawa itu telah 18 tahun berdinas di Papua, bahkan dua periode menjabat Kapolda Papua.

Mutasi terbatas kemarin, juga dapat diraba prioritas Kapolri Listyo dengan kebijakan #PolriPresisi. Masalah Papua agaknya masih menjadi perhatian utama, terutama gangguan keamanan KKB. Kemudian soal cyber crime juga dan kejahatan lingkungan dan sumber daya alam juga menjadi perhatian.

Duet di Bareskrim, selain berasal dari Blora terkenal dengan daerah migas, juga lama malang melintang di berbagai jenjang penugasan dengan beragam pengalaman. Kabareskrim Agus semisal, lama berdinas di Sumatera Utara termasuk menjabat Kapolda Sumut. Berbagai penugasan reserse dijalaninya, terakhir menjabat Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim.

Namanya mencuat saat dirinya menangani kasus Ahok di tahun 2016, setahun jelang Pilgub Jakarta. Di Akpol 1989, Agus merupakan satu-satunya bintang tiga pertama dan satu-satunya. Bagaimana dengan Syahar Diantono? Penugasan teritorial banyak dihabiskan di Jawa Timur, dengan pengalaman sebagai reserse menangani kasus cyber crime dan penyelundupan lobster.

Sebelum menjabat Dirpiter Bareskrim, Syahar sewaktu menjabat Direskrimsus Polda Kepri pernah mengobrak-abrik mafia solar di Batam. Saat itu, dia mengungkap kasus taksi sewaan dijadikan “pengisap” solar dengan modifikasi tanki BBM.

(*)

Bagikan