Wed. Mar 3rd, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

COVID-19: Ratusan Nakes Kepri Batal Vaksinasi, Termasuk Tanjungpinang. Darah Tinggi?

2 min read

ratusan nakes di kepri batal vaksinasi covid-19 lantaran memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes dan sejumlah alasan medis lain pengecualian vaksinasi massal, termasuk di tanjungpinang. foto mohammad bisri, kepala dinkes kepri/foto zulfikar via hariankepri.com

COVID-19: Ratusan Nakes Kepri Batal Vaksinasi, Termasuk Tanjungpinang. Darah Tinggi?

angkaberita.id – Berdasarkan data terekap di Dinkes Kepri, hingga 25 Januari 2021, setidaknya 165 tenaga kesehatan (Nakes) di Kepri target vaksinasi tahap pertama batal divaksinasi lantaran sejumlah alasan medis. Selain berstatus penyintas, juga mengidap penyakit penyerta (kormobid).

Sebagian lain menderita diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), sedang dalam kondisi hamil, dan berusia lanjut alias di atas 60 tahun. “Kebanyakan karena alasan medis, diabetes juga (termasuk),” ungkap Mohammad Bisri, Kepala Dinkes Kepri, melalui pesan WA, Selasa (26/1/2021).

Vaksinasi Nakes tahap pertama, dengan menyasar Nakes di Batam Bintan dan Tanjungpinang, telah 2.782 Nakes mendapatkan vaksinasi. Tahap kedua, seiring dengan pengiriman vaksin hari ini dan besok, Selasa-Rabu (26-27/1/2021), menyusul vaksinasi Nakes di Karimun, dan tiga kabupaten lainnya.

Kondisi serupa juga terpantau di Batam. Dengan jumlah Nakes terbesar di Kepri, menurut Kadinkes Didi Kusmarjadi, ratusan Nakes batal divaksinasi lantaran berstatus penyintas alias pernah terjangkit COVID-19. Sebagian lainnya akibat mengidap hipertensi, hamil, diabetes dan sejumlah alasan medis pengecualian vaksinasi lainnya.

Namun, khusus Nakes penyintas, Didi belum bisa mengungkapkan rinciannya. “Kita carikan dulu,” dalih Didi, melalui pesan WA, Selasa. Jika berdasarkan IDI Kepri, hingga 15 Januari 2021, jumlah dokter terjangkit COVID-19 sebanyak 96, dan 4 orang di antaranya meninggal dunia. Dokter merupakan satu dari sekian profesi tergabung dalam Nakes.

Berdasarkan data BPS, penyakit diabetes dan hipertensi termasuk endemik di Bumi Segantang Lada. Bahkan, di Tanjungpinang prevalensinya terbilang tinggi, berdasarkan 10 besar kasus sakit paling sering dikeluhkan warga berobat ke fasilitas kesehatan di Bumi Gurindam.

(*)

Bagikan