Sat. Jan 23rd, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Koalisi Golkar-Nasdem (1): Sukses Di Pilgub Kepri, Lanjut Mulus Di Pemilihan Wawako Tanjungpinang?

3 min read
kaum perempuan dan wajah baru bakal menjadi dua kekuatan baru di dprd tanjungpinang 2019-2024. foto gedung dprd tanjungpinang di senggarang/foto angkaberita.id/marwah

Koalisi Golkar-Nasdem (1): Sukses Di Pilgub Kepri, Lanjut Mulus Di Pemilihan Wawako Tanjungpinang?

angkaberita.id– Golkar dan Nasdem terbilang paling sukses mengantar Paslon memenangi Pilkada serentak di Kepri. Koalisi mereka juga berhasil membawa Ansar Ahmad-Marlin Agustina memperoleh suara terbanyak, meskipun Pilgub Kepri berlanjut gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Selain Pilgub Kepri, tanpa mengesampingkan kontribusi Parpol lainnya, koalisi Golkar-Nasdem juga berhasil memenangkan jagoannya di Anambas, Batam dan Karimun. Di Bintan, Lingga dan Natuna, keduanya saling berhadapan. Bahkan, di Lingga harus berhadapan di MK.

Dari Kepri, tercatat empat gugatan masuk ke MK. Selain Lingga, juga Karimun, Batam dan Pilgub Kepri. Namun, selain gugatan ke MK itu, ujian kesuksesan koalisi Golkar-Nasdem sesungguhnya ialah pengisian kursi Wakil Walikota Tanjungpinang setelah Rahma resmi menjabat walikota menyusul wafatnya Syahrul, beberapa bulan lalu.

Berbeda dengan walikota harus melalui Pilkada, pengisian wakil walikota di Bumi Gurindam nantinya ditentukan DPRD Tanjungpinang. Proses politik serupa bukannya tanpa preseden di Kepri. Naiknya Isdianto menjadi Wagub menyusul wafatnya Gubernur Kepri Muhammad Sani merupakan buktinya. Contoh lainnya ialah pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah Sandiaga Uno mencalonkan diri ke Pilpres 2019.

Dua Nama

Sebagai Parpol pengusung Syahrul-Rahma di Pilwako Tanjungpinang 2018, Golkar dan Gerindra telah mengajukan nama jagoannya. Namun hingga Rahma resmi menjabat Walikota Tanjungpinang, kedua nama dimaksud belum juga masuk ke DPRD Tanjungpinang, meskipun lokasi kantor mereka hanya sepelemparan batu.

“Prosesnya, saat ini, masih menunggu. Karena Bu Rahma (Walikota) belum menyerahkan nama calon itu ke DPRD,” kata Ashadi Selayar, Ketua Pansus Tatib Pemilihan Wakil Walikota Tanjungpinang, seperti dikutip Batamnews, Selasa (29/12/2020). Dua nama dimaksud ialah Ade Angga dari Golkar, dan Endang Abdullah dari Gerindra.

Berkaca pemilihan Wagub Kepri 2018 dan Wagub DKI Jakarta 2019, PDIP menjadi King Maker. Kondisi serupa diyakini juga terjadi di Tanjungpinang, meskipun sejumlah analis politik belakangan meyakini konsetelasinya berubah seiring berakhirnya pencoblosan Pilkada serentak di Kepri pada 9 Desember lalu. Benarkah?

Robby Patria, Analis Politik di Tanjungpinang, mengatakan sekarang kuncinya pada Rahma. Bedanya, kini Rahma merupakan kader Nasdem, meskipun dulu mendampingi Syahrul di Pilwako sebagai kader Golkar. “Dengan siapa Rahma cocok (dari dua nama itu). Maka Nasdem besar kemungkinan akan fokus ke sana,” sebut Patria, belum lama ini.

Persoalannya, tahun 2024 sudah di depan mata. Nasdem diyakini juga berkepentingan mendudukkan kembali kadernya melalui Pilkada Tanjungpinang 2024. “Namun, jika DPW Nasdem mesra hubungan dengan Golkar, bisa jadi (nantinya) Nasdem akan diarahkan ke calon Golkar,” ujar Patria menyodorkan analisisnya.

Senada Saur Sirait, Analis Politik Tanjungpinang di Karimun. Bedanya, dia tak melihat faktor kemesraan koalisi Golkar-Nasdem pada Pilkada di Kepri. Dia meyakini, seperti proses pemilihan Wagub Kepri di tahun 2018, Rahma kemungkinan tidak ingin berpolemik soal pengisian kursi wakil walikota.

Kecuali Rahma bertahan dengan argumen belum tersedianya payung hukum tata cara pemilihan wakil kepala daerah. “Sebetulnya peraturan pemerintah tata cara pengisian wakil kepala daerah belum ada,” sebut Sirait sebagai turunan dari UU Pemilihan Kepala Daerah. Sehingga masuk akal, menurut Sirait, jika Rahma kini masih mengkalkulasi keputusan politiknya.

Apalagi Nasdem, secara politik, juga tengah naik daun di Tanah Air, bahkan di Bumi Segantang Lada berhasil meluaskan basis dukungan elektoralnya. Selain Batam dan Tanjungpinang, kader Nasdem juga memerintah di Lingga. Kemudian juga duduk di pimpinan DPRD, di Lingga bahkan menjabat Ketua DPRD. Nasdem bisa disebut berpengaruh di Lingga.

Skenario Kepri Atau DKI

Antara Ade Angga dan Endang Abdullah, dengan kondisi itu, siapa berpeluang? Jika berkaca pada pengisian Wagub Kepri, PDIP menjadi King Maker karena memiliki kursi koalisi lebih besar di DPRD Kepri. Di Tanjungpinang, selain PDIP dan Golkar, Nasdem juga memiliki kursi banyak.

“Nasdem bisa jadi penentu karena empat kursi,” kata Patria. Kursi DPRD Tanjungpinang 30 anggota Dewan, secara teori kutub koalisinya Golkar dan PDIP. Nasdem kata Patria, bisa membantu masing-masing kubu menggaet suara lainnya mencapai 16 suara. Kecuali, seperti diyakini Sirait, jika Golkar-Nasdem bakal melanjutkan koalisi ke Pilwako 2024, dengan tetap mengusung Rahma.

Jika skenario DKI Jakarta, Gerindra-PKS bersaing mengisi kursi Wagub, petanya langsung berubah sehabis rekonsiliasi Pilpres 2019. PDIP kembali menjadi King Maker terpilihnya kader Gerindra di sana. Di Tanjungpinang, petanya tak bergeser banyak dengan Nasdem tetap memegang kunci.

Seiring mencairnya peta politik di DPRD Tanjungpinang sehabis Pilkada di Kepri, lobi-lobi kedua kadindat menjadi kunci memenangi kontestasi. Nah, dalam situasi sekarang, Patria mengungkapkan, kuncinya di tangan Rahma. “Dengan siapa dia merasa nyaman bekerjasama,” tegas Ketua KPU Tanjungpinang 2014-2019 itu.

(*)

UPDATE: Pengayaan Infografis

Bagikan