Fri. Jul 30th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

COVID-19: Klaster Di Batam Melonjak, Sudahkan Kita Di Puncak Pandemi?

2 min read

sejumlah tenaga medis berguguran saat menangani pasien covid-19 di tanah air seiring melejitnya kasus di tanah air, bahkan dalam dua pekan terakhir terjadi penambahan kasus baru hingga 4000 per harinya/foto ilustrasi perawat via medan.tribunnews.com

COVID-19: Klaster Di Batam Melonjak, Sudahkan Kita Di Puncak Pandemi?

angkaberita.id – Terhitung sejak akhir Juli lalu, jumlah klaster COVID-19 di Batam terus bertambah. Hingga pekan lalu, tercatat sebanyak 57 klaster di Batam, bertambah 43 klaster baru seiring melesatnya penambahan kasus baru pandemi di Bumi Bandar Madani itu.

“Jumlah klaster hingga saat ini sebanyak 57, jadi tambahannya sejak Juli sebanyak 43 klaster,” ungkap Didi Kusmarjadi, Kepala Dinskes Batam, pekan lalu. Kabar baiknya, sebagian besar pasien COVID-19 kondisi klinisnya stabil, termasuk pasien di RSKI Galang.

Dalam dua pekan terakhir, kasus COVID-19 di tanah air meningkat drastis. Namun disebut kondisi itu belum menjadi puncak pandemi. Pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia masih belum bisa dikendalikan. Pakar wabah kebingungan dengan kondisi itu, mereka juga gamang memprediksi akhir pagebluk.

“Puncaknya belum. Kalau sudah di atas puncak, mungkin landai dulu nggak naik-naik bertahan. Tapi (ini) naik terus, lagi mendaki puncak,” kata Pandu Riono, Pakar Epidemi dari Universitas Indonesia, seperti dilansir CNBC Indonesia, Selasa (22/9/2020). Berdasarkan data, dua pekan terakhir tercatat penambahan 3.000-4.000 kasus baru COVID-19 di tanah air.

Pandu mendaku tak bisa memprediksi waktu puncak pandemi terjadi. Sebab, menurutnya, itu tergantung penanganan dan target bidikan pemerintah menanggulangi pandemi. “Targetnya kan Pak Jokowi, bukan pemerintah. Target harus dihitung dengan baik. Harus diterjemahkan dalam aktivitas operasional program,” sebut Pandu.

Meskipun bisa diprediksi secara matematis, namun kondisinya tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab menurutnya, kasus COVID-19 di tanah air sebagai perjalanan gelombang pertama tanpa akhir. “Mungkin (puncaknya) bulan depan, tapi bisa jadi Desember,” kata Pandu.

Hingga Senin (21/9/2020), jumlah penambahan COVID-19 di tanah air mencapai 4.176 kasus baru sekaligus rekor tertinggi penambahan dalam sehari, bahkan dari dua hari sebelumnya sebanyak 4.168 kasus.

Sebagian di antaranya terjadi di Kepri, khususnya Batam. Penemuan kasus baru hasil uji tes COVID-19 terhadap 27.525 spesimen selesai hari itu. Sehingga total tercatat 248.852 kasus positif di tanah air.

(*)

Bagikan