Mon. Oct 25th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

COVID-19: Mi Instan Populer Di Asia, Tak Laku Di Eropa. Kenapa?

2 min read

selama pandemi covid-19, mi instan menjadi menu andalan penduduk dunia selam karantina mandiri di rumah. benua asia paling keranjingan mi instan, negeri eropa paling pilih-pilih mi instan/foto ilustrasi via sajiansedap.grid.id

COVID-19: Mi Instan Populer Di Asia, Tak Laku Di Eropa. Kenapa?

angkaberita.id – Selama pandemi COVID-19, mi instan agaknya menjadi menu buruan warga selama karantina mandiri di rumah masing-masing. Selain murah dan cepat penyajiannya, mi instan juga tak ribet. Kepopuleran mi instan bukan terjadi secara instan, terbukti sejak 2019 mi instan juga sudah populer.

Berdasarkan laporan Statista mengutip data World Instant Noodles Association, permintaan mi instani di tahun itu menembus angka 106 miliar bungkus. Nah, 40 persen di antaranya dari China. Namun Korea Selatan justru negara penggila mi instan. Terbukti, permintaan per kapita secara tahunan di Negeri Gingseng, jauh di atas tetangganya. Yakni, lebih dari 75 bungkus per orang per tahun.

Nepal, negeri di lereng Pegunungan Himalaya, menjadi penggila kedua mi instan dengan permintaan per kapita 58 bungkus per orang per tahun. Berdasarkan data, jauh sebelum mi instan mendunia, Jepang telah mengonsumsi mi instan sejak tahun 1958, meskipun dalam rupa “mi ramen kering”.

Kini, Jepang merupakan empat besar negeri penggila mi instan di dunia, dan orang Jepang tercatat sebagai penggila mi instan terbanyak ke-7 di dunia. Praktis, dapat disebut benua Asia ialah benua mi instan. Sedangkan Australia dan Selandia Baru menjadi negara di luar Asia, terbilang penggemar mi instan.

Tapi, perlu diingat, keduanya juga mencatat jumlah warga negara Asia tak sedikit di sana. Amerika Serikat menyusul keduanya, sedikit di atas Arab Saudi konsumsi mi instannya. Berdasarkan data WINA, mi instan di situ diperkenalkan pekerja dari Asia, dan kini orang setempat juga keranjingan.

Di Eropa, Polandia dan Ukraina tertinggi konsumsi mi instannya, baru kemudian Inggris. Namun berbeda dengan ketiganya, negeri kuliner Eropa, sebut saja Italia, Spanyol dan Prancis mi instan terbilang kurang populer di warganya. Rata-rata per tahuan, orang Prancis hanya mengonsumsi sebungkus mi instan.

Dari 52 negara pengosumsi terbesar mi instan di dunia, Argentina berada di nomor buncit, dengan permintaan hanya 10 juta bungkus, per kapita 0,2 bungkus per orangnya per tahunnya. Indonesia, negeri kita, penggila terbesar ketiga di dunia. Hanya kalah dari Korea Selatan dan Nepal secara per kapita. (*)

Bagikan