Sat. Jul 4th, 2020

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

PM Malaysia Terpaksa Karantina Mandiri, Kualat Melawan Mosi Parlemen Mahathir Cs?

2 min read
perdana menteri malaysia, muhyiddin yassin/foto afp/departemen penerangan malaysia via straitstimes.com

PM Malaysia Terpaksa Karantina Mandiri, Kualat Melawan Mosi Parlemen Mahathir Cs?

angkaberita.id – Meskipun berhasil berkelit dari mosi tak percaya Mahathir Mohamad Cs, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin akhirnya harus pasrah dan mengkarantina diri. Bukan karena takut kualat dengan Mahathir, tapi lantaran seorang pejabat terjangkit virus COVID-19.

Pejabat itu hadir saat sidang kabinet dengan perdana menteri. Selain menjalani karantina mandiri selama 14 hari sejak 22 Mei, Muhyiddin juga melakukan pengujian. Hasilnya negatif virus corona. Kantor Perdana Menteri Malaysia, dalam pernyataannya, juga menyebutkan pejabat hadir di sidang kabinet Kamis (21/5/2020) seluruhnya menjalani tes COVID-19.

“Sidang kabinet dilakukan mengacu social distancing dan pemeriksaan kesehatan ketat,” bunyi pernyataan Kantor Muhyiddin seperti dilansir straitstimes. Belum diketahui apakah seluruh menteri kabinet hadir saat itu. Kejadian kemarin bukan kali pertama. Di awal Maret, seorang anggota koalisi Perikatan Nasional, juga dikabarkan sempat berhubungan dengan seorang pasien COVID-19.

Saat itu, sejumlah pendukungnya juga memadatai kediamannya memberikan ucapan selamat setelah Raja Malaysia resmi melantiknya menjadi Perdana Menteri Malaysia, menggantikan Mahathir Mohammad setelah mengundurkan diri secara mendadak.

Dua pekan kemudian, dia menerapkan pembatasan sosial seiring melejitnya kasus COVID-19. Sekolah dan perusahaan dilarang beroperasi, kecuali di sektor sembako dan penting lainnya, dan sebagian besar penduduk Malaysia tinggal di rumah.

Belakangan, pada awal Mei, pemerintahannya mulai melonggarkan kebijakan itu, meskipun sekolah tetap tutup dan kegiatan sosial skala besar tetap dilarang. Senin sebelumnya, Muhyiddin sempat menghadiri pembukaan parlemen sebelum akhirnya ditundah aktivitasnya hingga sehabis Lebaran.

Seluruh hadiri saat itu, juga mengenakan masker dan duduknya diatur sedemikian rupa. Sedianya sidang parlemen itu mengagendakan pembahasan mosi tidak percaya Mahathir Cs terhadap dirinya, namun akhirnya ditunda dan hanya mendengarkan pidato Raja Malaysia.

Hingga 22 Mei, Malaysia mencatatkan 7.137 kasus COVID-19, dengan 115 pasien di antaranya meninggal dunia. Total terdapat 1.163 pasien dalam perawatan di sekujur negara bagian. Kendati tak setinggi Singapura, kasus COVID-19 di Malaysia membayangi Indonesia dan Filipina. (*)

Bagikan