Mon. Apr 22nd, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

pemerintah mengirimkan kapal rumah sakit kri semarang menjemput tki dari singapura dan ,malaysia di kepri menuju kampung halaman/foto via liputan6.com

Mengintip Modal Kepri Lawan Pandemi COVID-19. Sanggupkah?

angkaberita.id – Seiring melesatnya kasus COVID-19 di Jabodetabek, episentrum pandemi di tanah air, Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat mengeluhkan tiadanya koordinasi pemerintah pusat dalam memperlambat laju infeksi virus, termasuk soal rapid test.

Dengan jumlah penduduk hampir 50 juta, setara dengan Korea Selatan, Kang Emil demikian sapaan akrab Gubernur Jabar, meminta pusat menugaskan pejabat selevel menteri mengkoordinasi penanganan pandemi COVID-19 di Jabodetabek hari per hari.

Karena, menurutnya, 70 persen penduduk Jawa Barat sehari-hari beraktivitas di Jabodetabek. Keluhan serupa juga terlontar dari Gubernur Kepri, Isdianto. Bedanya, Isdianto khawatir terus mengalirnya TKI dari Malaysia dan Singapura bakal menumpuk di Kepri.

Karenanya, dia meminta daerah lain tidak menerapkan kebijakan lockdown lokal. “Jujur saja hal ini akan merepotkan kami. Ngurus warga kami saja kami sudah kewalahan, apalagi kalau ada warga daerah lain yang numpuk di sini,” kata Isdianto seperti dilansir Kompas.com. Dia meminta pemerintah pusat melalui menteri terkait dapat menyelesaikan persoalan itu.

Teriakan dua kepala daerah itu memiliki benang merah lantaran keduanya sama-sama berisiko selama pandemi COVID-19. Jawa Barat, selain jumlah penduduknya besar juga mobilitas penduduknya sebagian besar di Jakarta, episentrum terparah COVID-19 di tanah air.

Menumpuknya TKI dari negara jiran terjangkit di Kepri, jika terhambat pemulangannya berisiko menambah kasus infeksi di Bumi Segantang Lada. Bersyukur akhirnya Presiden Jokowi mengirimkan kapal perang mengangkut TKI pulang ke kampung halaman.

Pendeknya, kendati belum setinggi Jawa Barat, Kepri juga tak bisa dibilang rendah kerentannya menghadapi COVID-19. Setidaknya merujuk kajian Katadata Insight Center (KIC) dalam riset indeks kerentanan provinsi di tanah air menghadapi Covid-19.

Dalam penelitiannya, terdapat tiga provinsi yang paling berisiko. Yakni, DKI Jakarta (47,05 poin), Banten (45,54 poin), dan Jawa Barat (43,59 poin). DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan tingkat kerentanan tertinggi.

Sebab penduduknya padat, mobilitas tinggi, dan buruknya kualitas udara. Apalagi kondisi layanan kesehatan Jawa Barat dan Banten masih dianggap belum memadai. Indeks kerentanan provinsi dihitung berdasarkan tiga sub-indeks.

Ketiganya mencakup risiko karakteristik daerah, risiko kesehatan penduduk, dan risiko mobilitas penduduk. Berdasarkan indeks itu, Kepri berada di urutan keempat dari 34 provinsi, persis di bawah tiga provinsi tadi.

Khusus indeks kesehatan penduduk, Kepri relatif lebih baik dibanding Jawa Barat, Lampung dan Banten, sekaligus menjadi modal Bumi Segantang Lada mengoptimalkan kebijakan social distancing, perilaku hidup sehat, bahkan merujuk Batam karantina zonasi, bertarung menghadapi infeksi corona.

Apalagi social distancing dan perilaku hidup sehat, selain merupakan mantra sejarah menghadapi pandemi spanish flu seabad lalu, juga bermanfaat. Bahkan, hitung-hitungan secara matematis, social distancing efektif menghadang laju serangan infeksi.

Dengan jumlah penduduk besar, sistem layanan kesehatannya cenderung mengalami tekanan selama pandemi COVID-19, satu di antara ukurannya rasio jumlah tidur rumah sakit terhadap jumlah penduduk. Kepri rasionya masuk 10 tertinggi di tanah air, DKI Jakarta paling tinggi.

Katadata mengungkapkan, kondisi layanan kesehatan dihitung berdasarkan anggaran kesehatan, tenaga kesehatan, dan fasilitas kesehatan. Di Kepri, dengan jumlah penduduk di kisaran 2 juta jiwa lebih, anggaran kesehatannya tembus Rp 400 miliar di APBD 2020.

Jumlah rumah sakit, berdasarkan data BPS Kepri, sebanyak 27 rumah sakit umum di tujuh kabupaten dan kota, belum termasuk fasilitas layanan kesehatan lainnya, dengan jumlah dokter hampir 2.000 orang, dan ribuan perawat.

Khusus COVID-19, Kepri menyiagakan 33 rumah sakit rujukan, dan terkonsentrasi di Batam. Itu, bisa disebut, modal Kepri menghadapi COVID-19, selain modal anggaran dari Pemda dengan berbagai peruntukan, termasuk pengadaan APD, sejauh ini.

Meski demikian, kasus COVID-19 di Kepri, khususnya Batam tak bisa dipandang sebelah mata. Hingga Jumat (4/4/2020) terdapat 9 kasus positif, 3 di antaranya meninggal dan seluruhnya di Batam.

Jumlah PDP sebanyak 120 dan ODP sebanyak 1.910 orang. Kabar baiknya, 2 pasien positif dinyatakan sembuh, masing-masing, seorang di Tanjungpinang dan Karimun.

infografis siuasi covid-19 di kepri hingga jumat (4/4/2020)

(*)

Bagikan