Sun. Jul 21st, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Umumkan COVID-19, WHO: Wabah Virus Lebih Dahsyat Dibanding Serangan Teroris

2 min read

serangan virus wuhan mengakibatkan china terkuras kas keuangannya hingga rp 850 triliun, setara 0,2 produk domestik bruto china. petugas medis dengan pakaian pelindung menyambut pasien virus corona yang dipindahkan ke RS Huoshenshan di Wuhan (Xiao Yijiu/Xinhua via AP via detik.com

Umumkan COVID-19, WHO: Wabah Virus Lebih Dahsyat Dibanding Serangan Teroris

angkaberita.id – Selain telah memberikan nama resmi wabah virus Wuhan, organisasi kesehatan dunia (WHO) juga mengakui dampak wabah virus lebih menggentarkan dibanding serangan teroris. Pemberian nama sebagai penyeragaman sekaligus menghindari stigmatisasi.

Berdasarkan kesepakatan WHO, virus Wuhan diberi nama “COVID-19”, CO untuk corona, VI untuk virus dan D untuk penyakit (desease). Sedangkan 19 ialah tahun wabah kali pertama teridentifikasi pada 31 Desember 2019. “Kita kini punya nama baru untuk penyakit (virus Wuhan), yakni ‘COVID-19’,” ungkap Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swis, Selasa (11/2/2020).

Pengumuman seiring bertambahnya korban meninggal di China akibat infeksi virus mematikan itu. Lebih dari 1000 orang meninggal, 108 orang di antaranya meninggal pada Senin (10/2/2020) sekaligus menjadi jumlah korban meninggal tertinggi sejak virus itu berjangkit di Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Penamaan virus, menurut Tedros, demi menghindari lokasi geografis tertentu, spesies satwa tertentu atau etnis tertentu, dan juga sesuai dengan rekomendasi WHO soal penamaan wabah demi mencegah pelabelan negatif (stigma).

Tedros pada kesempatan itu, juga mengajak seluruh negara di sekujur bumi mempersiapkan diri dan mengambil langkah strategis dalam perang melawan penyebaran wabah virus itu. Bahkan, Tedros juga mengakui adanya sejumlah negara mengambil langkah-langkah mitigasi layaknya menghadapi aksi terorisme.

Merujuk kondisi itu, Tedros mengakui dibanding aksi teroris, penyebaran wabah virus di dunia jauh lebih dahsyat dampak sosialnya. “Secara jujur, (serangan) virus lebih dahsyat sebagai pemicu pergolakan politik, ekonomi dan sosial dibanding serangan teroris,” ujarnya seperti dikutip aljazeera.com.

Karenanya, Tedros mengajak seluruh negara menangkal infeksinya dan menjadikannya sebagai musuh nomor satu. WHO menurutnya, telah meminta sharing sampel virus dan percepatan riset vaksinnya. Katanya, vaksin pertama baru tersedia dalam 18 bulan. “Karenanya kita harus melakukan segalanya sekarang dengan sumber daya tersedia melawan virus ini,” katanya.

Jika para pihak berinvestasi soal vaksin penangkalnya, Tedros meyakini ini menjadi kesempatan realistis menghentikan wabah paling menghancurkan perekonomian dunia selama kurun 20 tahun terakhir. (*)

Bagikan