Tue. Apr 23rd, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

serangan virus wuhan telah menyebar ke 16 negara di tiga benua. sedikitnya 107 orang meninggal akibat serangan yang mulanya berjangkit di wuhan, china/foto via kabar24.bisnis.com

Virus Wuhan Mengganas: Ratusan Meninggal, Inilah Negara Paling Rentan Terjangkit

angkaberita.id – Kendati pemerintah China telah menutup sejumlah kota di negaranya, namun sebaran wabah virus wuhan telah merebak ke sekujur dunia. Terbaru, pemerintah Jerman mengonfirmasi kasus pertama serangan virus wuhan di Bavaria, Senin (27/1/2020) malam waktu setempat.

Kasus itu sekaligus menjadikan serangan coronavirus telah menyebar ke 19 negara, di 5 benua yakni Asia, Amerika, Australia, Afrika dan Eropa. “Kasus pertama dari coronavirus dikonfirmasi di Jerman,” kata Jubir Kementerian Kesehatan Bavaria, seperti dilansir CNBC Indonesia mengutip laporan Deutsche Welle.

Serangan terhadap seorang pasien pria di Starnberg, sekitar 30 kilometer selatan Kota Munich menjadikan Jerman negara kedua di benua Eropa terjangkit virus wuhan setelah kasus pertama di Prancis.

Infographic: The Countries Best And Worst Prepared For An Epidemic | Statista You will find more infographics at Statista

Jumlah korban meninggal akibat wabah dengan serangan mirip SARS di Hongkong dan MERS di Arab Saudi, berdasarkan data terbaru tracking Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat, Selasa (28/1/2020) hingga pukul 12.18 WIB, sebanyak 107 orang meninggal.

Sebagian besar berasal dari Provinsi Hubei sebanyak 100 orang. Kota Wuhan berada di Provinsi Hubei, dan menjadi muasalnya wabah dengan vektor virusnya kalong itu. Kemudian 63 pasien di antaranya telah pulih dari serangan.

Sebanyak 4.474 kasus dilaporkan terjadi di sekujur dunia, sebagian besar terjadi di China sebanyak 4.409 kasus. Selain China, benua Asia juga menjadi benua terparah akibat merebaknya wabah itu.

Khusus Asia Tenggara, kasus di Thailand terbanyak sejauh ini, yakni 8 kasus. Singapura berikutnya sebanyak 5 kasus. Kemudian Malaysia sebanyak 4 kasus. Vietnam 2 kasus dan Kamboja ditemukan 1 kasus.

Di tanah air, sejauh ini belum dilaporkan kasus positif serangan virus wuhan. Namun Kementerian Kesehatan telah menyiagakan seluruh rumah sakit di tanah air menjadi rumah sakit, terutama di 19 daerah dengan status kesiagaan tinggi, termasuk 3 daerah di Kepri.

Yakni Tanjungpinang, Batam dan Karimun. Selain menjadi pintu masuk arus kunjungan pelancong dari China, sejumlah daerah itu juga memiliki penerbangan langsung ke China.

Kendati pemerintah China memastikan serangan virus wuhan dapat menular melalui kontak orang ke orang, namun pejabat berwenang di Los Angeles dan wilayah Orange di California, Amerika Serikat, mengatakan seharusnya langkah antisipasi, termasuk menutup kota mampu menghentikan penyebaran wabah coronavirus.

Terus menyebarnya serangan virus wuhan ke berbagai belahan dunia, pada akhirnya mencuatkan pertanyaan, negara-negara mana saja paling rentan dengan serangan itu? Bahkan, lebih menukik lagi, negara-negara mana saja paling kelimpungan menghadapi virus wuhan seandainya berubah menjadi pandemi di dunia?

Berdasarkan kajian Global Health Security Index pada Oktober 2019, terhadap kesiapan 195 negara di sekujur dunia menghadapi dan membendung serangan pandemi, sejumlah negara di benua Afrika paling tidak siap membendungnya sekaligus paling berisiko.

Indeks yang mendasarkan kajian pada kesiapan setiap negara menangkal ancaman wabah berdasarkan kesiapan peralatan, itu menempatkan Amerika Serikat sebagai negara paling siap dengan ancaman pandemi di dunia.

Dengan skala kesiapan 0-100, Amerika Serikat memiliki skor 83,5 dalam indeks itu. Inggris menyusul bekas koloninya dengan skor 77,9. Kemudian Belanda 75,6. Lalu bagaimana kesiapan China? Mengutip laporan Statista, China berada di peringkat 51 dari 195 negara, dengan indeks kesiapan 48,2.

Peta Statista berikut menggambarkan level kesiapan sejumlah negara di belahan dunia menghadapi ancaman pandemi. Negara di Afrika paling rentan. Terbukti, pada tahun 2014 saat wabah Ebola mengamuk di sana, sebagian besar Afrika Barat menderita akibat wabah itu. Setidaknya 10.000 jiwa melayang akibat serangan virus bervektor primata itu. (*)

Bagikan