Wed. May 19th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Kota Muar, Saksi Bisu Penetrasi Kerajaan Majapahit ke Negeri Johor?

1 min read

pendirian kota muar di kesultanan johor disebut-sebut ada andil kerajaan majapahit di baliknya/foto via tallypress.com

angkaberita. id – Tiga tempat di Johor memiliki nilai sejarah dan warisan kebudayaan, yakni Kampung Melayu Majidee, Kota Tinggi dan Muar. Nama terakhir disebut-sebut ada jejak Kerajaan Majapahit di balik sejarahnya.

Seperti ditulis New Strait Times dalam infografis ringkasanya, Kampung Melayu Majidee merupakan desa di masa Kesultanan Johor dan Malak dan berdiri sejak abad ke-15.

Dulunya kampung ini di masa kolonial Inggris dijadikan tempat menampung balatentara Inggris Raya. Para serdadu menyebutnya saat itu “Majidee”.

Kota Tinggi berlokasi di Kesultanan Johor lama, berada di sepanjang Sungai Johor. Tepian sungai ini juga menjadi saksi bisu usaha perbankan anak keturnan Sultan Melaka yang tersingkir saat itu. Lokasinya sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Tinggi sekarang.

Muar sering disebut sebagai kota kerajaan, selain belakangan juga dinobatkan sebagai kota terbersih di Asia Tenggara. Berdiri setelah Kesultanan Melaka takluk. Pada tahun 1361, Muar disebut sebagai bagian Kerajaan Majapahit di tepian Sungai Brantas, Jawa Timur.

Ada menyebut cikal bakalnya merujuk ke Parameswara, setelah terbuang dari Temasik (kini Singapura) dia mendirikan permukiman di Kota Buruk, Pagoh di Muar Ulu dekat Melaka. (*)

Bagikan