Tue. May 17th, 2022

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Bukan Timur Tengah, Negara Keranjingan Pakai AC Justru Amerika: Indonesia 10 Besar Dunia

2 min read

diam-diam negeri kita keranjingan memakai mesin penyejuk ruangan. data tahun 2016, konsumsi energi listrik mesin ac di tanah air setara 25 TWH sekaligus menempatkan ke posisi 10 besar dunia pemakaian listrik terbesar buat ac/foto lucato via lifestyle.kompas.com

Bukan Timur Tengah, Negara Keranjingan Pakai AC Justru Amerika: Indonesia 10 Besar Dunia

angkaberita.id – Selain ancaman kelaparan akibat kekeringan panjang, perubahan iklim juga telah menunjukkan ancaman nyatanya berupa gelombang panas di berbagai belahan dunia.

Selain Amerika, gelombang panas juga menerjang eropa dan asia. Bahkan, pada akhir pekan gelombang panas suhunya menembus lebih dari 37 derajat celcius.

Jutaan orang di sekujur dunia merasakan dampaknya. Selain ke kolam renang, sebagian memanfaatkan ngadem dengan berlindung di tempat atau gedung berpendingin ruangan.

Alhasil, mesin pendingin ruangan pun disetel kencang agar sejuk di tubuh. Namun, terlepas ada atau tidak gelombang panas, sejumlah negara di dunia dikenal sangat keranjingan memakai mesin pendingin ruangan, termasuk negeri ini.

Uniknya, bukan negara di timur tengah yang paling gila-gilaan mengonsumsi penyejuk ruangan, justru negeri empat musim Amerika Serikat dan Eropa.

Khusus tanah air, secara global, Indonesia peringkat 10 besar dunia konsumsi listrik buat mesin penyejuk ruangan pada 2016. Berdasar data Statista mengutip International Energy Agency (IEA), konsumsi listrik mesin AC di tanah air sebesar 25 Terra Watt Per Jam (TWh).

Namun paling keranjingan menghisap energi mesin pendingin ruangan Amerika Serikat, yakni sebesar 616 TWh. Kemudian China sebesar 450 TWh. Sedangkan Uni Eropa, federasi 34 negara di benuar eropa, mengonsumsi energi setara 152 TWh.

Menempel Uni Eropa negara-negara di kawasan timur tengah sebesar 129 TWh. Selanjutnya Jepang sebesar 107 TWh. Sedangkan enam negara lainnya pada tahun itu, mengonsumsi energi keperluan menghidupkan mesin AC-nya di sekujur negeri di bawah 100 TWh.

Tak heran, dibandingkan tahun 1990 konsumsi energi mesin pendingin ruang secara global meroket tiga kali lipat, menjadi 2.021 TWH dari sebelumnya 608 TWh. (*)

Bagikan