angkaberita – Kebijakan talent pool mulai berlaku di Kepri, termasuk di Pemko Batam dan Pemkab Bintan. Hasilnya, kabar-kabar panas bermunculan secara beruntun di Pemko Batam seiring hasrat Walikota Amsaksar merombak pejabatnya dalam waktu dekat.
Di Bintan, Sekda blak-blakan mengaku ada pejabat jeblok di Pemkab Bintan. Pekan lalu, Pemkab Bintan mengasesmen sebanyak 500 pejabat mereka, termasuk di level lurah. Penilaian demi kepentingan peta jabatan sekaligus kompetensi.
Hasilnya, Sekda Bintan mengungkapkan terdapat pejabat duduk di eselok II, alias pimpinan tinggi pratama, setara di kotak 7-9 ternyata hasil kompetensinya selevel kotak 6 ke bawah. Pemkab berencana menambalnya dengan diklat, termasuk melalui kursus singkat bersertifikasi.
Duit Gede
Opsi terburuk, mereka terancam mutasi jabatan. “Evaluasi dapat dilakukan dengan berbagai skema, termasuk pemindahan jabatan bagi pejabat tidak menunjukkan upaya peningkatan kompetensi,” kata Ronny Kartika, Sekda Bintan, seperti laman rri.co.id tulis, pekan lalu.
Di Batam, Pemko segera merombak pejabat mereka dalam waktu dekat. Bersamaan rencana tadi, bermunculan sejumlah kabar panas di sana. Seperti rumor pengunduran diri Kadis DLH gegara gaduh sampah hingga usulan pencopotan kepala inspektorat mereka.
Beberapa pekan sebelumnya, Walikota Amsakar juga menonaktifkan Kadisperindag lantaran gaduh di medsos. Di Kepri, data Kemenkeu, Pemko Batam satu-satunya Pemda berkapasitas tinggi di tahun 2025. Dengan total duit gabungan APBN dan APBD, lewat BP Batam dan Pemko, sekitar Rp 7 triliun sekian.
Sedangkan Bintan, ekonomi mereka terus bergeliat seiring jor-joran PSN di sana. Ujungnya, persentase kenaikan UMK 2026 mereka tertinggi di Kepri, meskipun tetap lebih rendah nominalnya dibanding Batam.
(*)











