angkaberita - Dibanding lelang jabatan, pengisian jabatan strategis di Kepri termasuk Pemko Batam agaknya bakal beralih ke skema manajemen talenta. Apalagi BKN telah merekomendasikan duet Amsakar-Li menerapkannya dalam waktu dekat di sana.
Ikhwal itu terungkap bersamaan kedatangan Zudan Arif Fakrulloh, Kepala BKN RI, ke Kepri menyaksikan penekenan komitmen bersama penerapan manajemen talenta di Kepri dan Riau, Senin (12/1/2026). Hadir mendampingi Zudan, Gubernur Ansar dan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.
Kata Arif, peran ASN mendongkrak pertumbuhan ekonomi signifikan sebagai eksekutor APBN dan APBD, termasuk di Kepri. Dari Rp 3.600 triliun APBN, Rp 1.300 triliun tersebar ke daerah berupa APBD. Di Kepri, khususnya Batam, pemerintah mengucurkan APBN dan APBD hampir Rp 7 triliun.
Jatah Kepri Belasan Triliun
“Yang mengeksekusi adalah ASN. Karena itu, ASN harus satu barisan, yakni Asta Cita,” tegas Arif, seperti laman Pemprov Kepri tulis, Selasa (13/1/2026). Dengan jumlah ASN, termasuk Pegawai PPPK, sebanyak 6,5 juta, kata Arif, Presiden Prabowo menekankan pemerintahan efektif.
Kuncinya kejelasan target di APBD, yakni menyukseskan program prioritas nasional. Kini sebayak 122 instansi telah menerapkan manajemen talenta dari semula sebanyak 42 instansi. Tahun 2026, BKN menargetkan sebanyak 350 instansi.
Di Kepri, segera menyusul Pemprov dan Pemkab Bintan menerapkan manajemen talenta ialah Pemko Batam. Di sana, Wako Amsakar barusan menunjuk Firmansyah, Pj Sekda Batam, menjabat Sekda definitif hasil lelang jabatan. Sedangkan di Pemprov, kini Sekdaprov definitif proses penapisan di kotak 9 talent pool.
(*)











