Mon. Apr 22nd, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Soal Defisit BPJS Kesehatan, Kenapa Menkes Singgung Kebiasaan Dokter Operasi Caesar?

2 min read

klaim operasi caesar dalam persalinan termasuk tertinggi dalam tagihan ke bpjs kesehatan/foto via honestdocs.id

Soal Defisit BPJS Kesehatan, Kenapa Menkes Singgung Kebiasaan Dokter Operasi Caesar?

angkaberita.id – Per 1 Januari 2020, pemerintah resmi menaikkan iuran kepesertaan demi menambal defisit keuangan BPJS Kesehatan. Keuangan BPJS terus merah lantaran biaya klaim peserta terus membengkak, termasuk dari rumah sakit.

Terkait ini, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto blak-blakan soal pemicu bengkaknya biaya klaim layanan itu. Dia menyebut ada andil dokter dalam kondisi itu, termasuk modusnya, sehingga memicu klaim kesehatan ke BPJS Kesehatan membengkak.

Dalam bahasa sederhana, seperti dilansir CNBC Indonesia mengutip laporan detik.com, akibat pelayanan ke pasien, untuk sebagian dilakukan secara jor-joran alias tak sesuai dengan kebutuhan medisnya.

Dengan kata lain, banyak dokter memberikan tindakan medis tak perlu ke pasien sehingga biaya klaim rumah sakit membengkak. Paling banyak ialah operasi caesar dalam persalinan.

BPJS Kesehatan memang menanggung biaya klaim operasi sectio caesarea itu. Berdasar data, seperti dikutip situs detikhealth, Rabu (27/11/2019), biaya klaim bedah caesar terhitung paling besar, yakni Rp 260 triliun.

Biang bengkak lainnya ialah pengobatan jantung sebesar Rp Rp 10,5 triliun, pada 2018. “Artinya apa? Terjadi pemborosan luar biasa untuk (tindakan medis) yang tidak seharusnya dilakukan,” ungkap Menkes belum lama ini.

Seharusnya kata Menkes, pelayanan kesehatan ke pasien ialah layanan kesehatan dasar, berdasarkan diagnosa yang benar dan terapi optimal. Dia lantas menjelaskan maksudnya dengan mencontohkan kasus kanker.

Menurutnya, penanganan penyakit kanker, jangan baru di stadium 1 langsung dikemoterapi sistemik. Katanya, bukan kankernya mati tapi obat-obatnya berlebihan. “Itulah namanya jangan maksimal, tapi optimal,” sebutnya.

Khusus operasi caesar, Menkes lantas membandingkan Indonesia dengan standar WHO. Idealnya, kata Menteri, rasionya 20 persen, namun justru di tanah air tembus 45 persen.

Soal ini, bahkan Menkes menyindir dokter. “Saya yakin dokter-dokter membela diri “wah saya sesuai aturan”. Lho saya ini dokter fungsional. Saya dokter beneran, saya ngelayani pasien. Sama-sama lah melihat,” kata Menkes.

Layanan kesehatan maksimal menurutnya, justru membahayakan nyawa pasien. Dia berharap tak ada lagi kebiasaan seperti itu. Menkes meyakini jika dokter mengambil tindakan benar, klaim dan defisit BPJS Kesehatan tak sebengkak sekarang. (*)

UPDATE: Demi Kenyamanan Pembaca Telah Diubah Foto Ilustrasi Operasi Caesar Dalam Artikel Ini. Kami Minta Maaf Sebelumnya

Bagikan