Wisata Mangrove Pengudang, Langganan Pelajar Singapura Liburan

angkaberita – Selain Lagoi, banyak wisman plesiran ke Bintan menikmati wisata mangrove di Pengudang. Bahkan, setiap tahunnya, lokasi identik dengan kawasan bakau dan padang lamun tadi selalu menjadi langganan pelajar Singapura menikmati libur sekolah di bulan Juli-Agustus.

“Standar di sini kalo liburan lokal,” ungkap Iwan Winarto, Pengelola Wisata Mangrov Pengudang, pekan lalu, merespon kunjungan sempena liburan sekolah di Kepri. Dengan kata lain, arus kunjungan lazimnya di luar peak season mereka.

Sebab, menurut dia, sebagian besar arus kunjungan mereka memang dari luar negeri, terutama Singapura. “Kebanyakan tamu kami grup dari international school (di) Singapura,” sebut dia. Di luar kunjungan grup, arus wisman tetap mengalir meskipun satu atau dua orang.

Pengakuan Iwan seperti mengamini klaim Dispar Kepri, arus kunjungan ke Kepri di Agustus lalu, terdongkrak libur panjang sekolah di Singapura dengan pintu kedatangan lewat Lagoi. Data BPS Kepri memperkuat klaim itu.

Wisata Komunitas

Sebab, versi BPS, hitungan dua bulan setelahnya, arus kunjungan wisman ke Kepri berangsur menurun meskipun tipis. Di Kepri, atraksi wisata mangrove memang menjadi unggulan. Selain di Bintan, atraksi serupa juga terdapat di Batam.

Nah, menurut Iwan, keunggulan destinasi di Bintan kelolaannya pada paket edukonservasi. Dan, itu nyambung dengan kalangan pelajar, terutama dari luar negeri. Atraksi unggulan lainnya di lokasi, lanjut dia, ialah wisata kunang-kuang di malam hari.

Kemudian juga sensasi padang lamun dan terumbu karang. Pengelolaannya, Iwan mengaku, berbasis komunitas melibatkan warga sekitar (community based tourism). Karenanya, pelancong juga dapat merasakan sensasi, semisal membuat kerupuk.

Atau, memasak bareng warga, berkebun, atau itenary regenerative tourism lainnya, seperti mengurus sampah dan sebagainya. Dan, Pemprov melalui Dispar Kepri tengah menggeber pariwisata regeneratif tadi, sejenis wisata tanpa meninggalkan jejak karbon.

Suaka Dugong

Laman Kemenpar menulis, wisata Pengudang merupakan desa wisata di Kabupaten Bintan, dengan tiga ekosistem andalan. Yakni, padang lamun, terumbu karang dan bakau. Potensi wisata maritim dikembangkan dengan berpijak kearifan lokal masyarakat pesisir.

Selain atraksi flora, Desa Pengudang juga menjadi suaka dugong, alias sapi laut. Spesies tadi endemis di sana. Selebihnya pemerintah menetapkannya kawasan wisata sekaligus kawasan konservasi. Sensasi lain pariwisata di Pengudang, untuk sebagian, penemuan benda purbakala dari bangkai kapal tenggelam ribuan tahun.

(*)

Bagikan