angkaberita – Kendati belakangan bersliweran tiga nama berpeluang menjabat Sedakrov Kepri definitif, tapi Gubernur Ansar memastikan Pemprov akan menentukan pengisian nantinya melalui skema lelang jabatan.
Selain berubah dari skenario awal, yakni melalui manajemen talenta, lewat open bidding seperti membuka peluang sejumlah nama lain belakangan redup kembali terbuka. Tapi, dari tiga nama disebut-sebut calon Sekdaprov definitif, Darwin berpeluang melahirkan kejutan. Kenapa?
Sebab, meskipun pengalaman menakhodai tak sebanyak Misni, kini Asisten III Setdaprov Kepri, nama Darwin berpotensi mengikuti jejak Eko Sumbaryadi menjabat Pj. Sekdaprov. Apalagi, Gubernur Ansar sama-sama “merekrut” mereka dari jabatan Staf Ahli Gubernur di Setdaprov.
Jika berkaca dari jejak Sekdaprov Adi Prihantara, terpilih lewat lelang jabatan, Gubernur Ansar sebelum menentukan lewat open bidding mengisi kursi Sekdaprov sengan skema Plt di tangan Lamidi dan Pj di tangan Eko Sumbaryadi.
Jejak Darwin
Jika, untuk sebagian, pilihan skenarionya seperti itu, Darwin berpeluang mencicipi kursi Sekdaprov. Pertimbangannya, untuk sebagian, Darwin terhitung sukses menjawab setiap pekerjaan rumah dari Gubernur Ansar, terutama kebijakan Kepri Terang.
Darwin juga dipercaya Gubernur Ansar menyelesaikan penugasan di luar ESDM. Seperti menggarap kerjasama dengan Bank BTN. Khusus Kepri Terang, Darwin bukan hanya sukses membuat setiap ibukota kecamatan berlistrik 24 jam, tapi juga mendongkrak elektrifikasi di Kepri hampir 100 persen.
Termasuk, untuk sebagian, sejumlah pulau di Bumi Segantang Lada berkongsi PLN Batam dan sejumlah perusahaan besar lainnya lewat skema CSR. Darwin juga disebut-sebut mampu menerjemahkan hasrat Gubernur Ansar mendongkrak APBD lewat sektor ekstraksi.
Saat Jakarta mengizinkan kran ekspor pasir laut, sebelum MA menyetopnya, Gubernur Ansar dikabarkan memanggil petinggi Bapenda Kepri menyiapkan skenario PAD dari usaha pertambangan itu, meskipun belakangan urung tereksekusi.
Sebagai gantinya, Pemprov Kepri lewat pendelegasian kewenangan dari pusat, terus mendorong pertambangan pasir silika. Nah, Darwin dalam sejumlah kesempatan sanggup menangani setiap tudingan miring ke sana dengan piawai, khususnya isu perizinan.
Khusus BTN, Pemprov Kepri menjadikannya mitra strategis sejumlah kebijakan keuangan. Selain dengan Bapenda di sektor PAD, Bank BTN juga berkongsi dengan Dinas ESDM mengurus pengelolaan dana jaminan usaha pertambangan.
Sebagai kompensasi, untuk sebagian, Pemprov Kepri menggandeng mereka menjadi ikon kalender pariwisata lokal Kepri. Jika sukses, boleh jadi Pemprov akan menggalang perusahaan lainnya demi kepentingan mendongkrak dan mendanai terobosan kepariwisataan di Kepri serupa, khususnya sport tourism alias pariwisata sehat.
Peluang Misni
Kecuali Ansar, publik hanya dapat menebak-nebak calon Sekdaprov Kepri pengganti Adi Prihantara lewat lelang jabatan nanti. Meskipun, kalau berkaca pemilihan Prihantara, Misni sangat berpeluang. Penempatan dia menjabat Asisten III Setdaprov disebut-sebut persiapan ke sana.
Misni bergeser ke Asisten III, termasuk menyelia Bapenda Kepri, setelah mengegolkan RPJMD dan RPJD Kepri di DPRD Kepri saat menjabat Kepala Baperenlitbang. Pendeknya, setelah menggariskan skenario pembangunan, dia membantu Bapenda mencarikan duit PAD sumber pembangunan di APBD itu.
Selebihnya, untuk sebagian, beda dengan lelang Sekdaprov Prihantara, kini Gubernur Ansar tak sepenuhnya menguasai saham penentuan nama usulan ke Kemendagri. Selain DPRD Kepri, Gubernur Ansar juga harus meyakinkan sang Wagub, Nyanyang segendang sepenarian. Tanpa itu, lelang jabatan, boleh jadi akan penuh kejutan.
(*)











