angkaberita – Bupati Natuna meresmikan SPPG kelolaan Yayasan Kemala Bhayangkari di Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Jumat (30/1/2026). Dia mendorong SPPG menggerakkan perekonomian lokal dengan menyerap hasil produksi petani dan peternak sekitar.
“Saya minta SPPG menyerap produk lokal dari petani dan peternak kita. Ini sesuai instruksi presiden, tidak ada produk dari luar. Kita harus dorong masyarakat berdaya, maju dan sejahtera,” tegas Bupati Cen Sui Lan.
Dengan peresmian Dapur MBG dukungan Polres Natuna tadi, kini di Natuna terdapat delapan SPPG beroperasi di tapal batas. Dia mengungkapkan SPPG memiliki potensi pasar besar karena melayani lebih dua ribu porsi setiap harinya.
Itu, tegas dia, menjadi peluang nyata bagi petani dan peternak sekalian meningkatkan produktivitas dan kualitas usaha mereka. “Untuk para petani dan peternak, ayo mulai gencar bekerja dan bersaing, karena marketnya sudah ada di depan mata,” ajak Bupati Cen menyemangati petani-peternak.
Serap 40 Pekerja
Bahkan, dia memerintah mereka berkeluh langsung ke Pemkab kalau ada kendala di lapangan. “Kami siap mendukung, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, hingga pendampingan,” janji Bupati Cen. Dia menegaskan SPPG harus menjadi milik bersama dan terasakan manfaat secara luas dan berkelanjutan.
Senada Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie berkomitmen memastikan SPPG kelolaan Yayasan Kemala Bhayangkari benar-benar menyerap hasil pertanian dan peternakan lokal. Kepala SPPG Sintia mengungkapkan Dapur MBG mereka beroperasi mulai Senin (2/2/2026) lusa.
“Total penerima manfaat sebanyak 2.056 warga Bunguran Timur Laut. Namun untuk tahap awal kita salurkan 1000 penerima dulu. Selanjutnya disesuaikan bertahap,” jelas dia sembari menambahkan jumlah pekerja terserap ke sana sebanyak 35 warga lokal.
Keseluruhan terdapat 40 bekerja di sana, termasuk satu kepala SPPG, satu ahli gizi, satu akuntan, satu admin gudang, dan satu asisten lapangan. Dia memastikan seluruh kesiapan operasional telah rampung. “Untuk kesiapan, SPPG sudah 100 persen siap,” kata Sintia.
(*)











