Ekspor Batam Bikin Trump Ngamuk, BP Batam Redakan Lewat KEK Nongsa

angkaberita -  Gegara selalu tekor dagang dengan Indonesia, Presiden Trump ngamuk kenakan tarif dagang ke RI sebesar 32 persen. Selain mesin dan peralatan elektrik, Negeri Paman Sam juga defisit dagang gegara lebih besar impor dibading ekspor, seperti produk pakai dan rajut serta alas kaki, alias sepatu.

Seperti detikcom tulis mengutip laporan BPS, Jumat (4/4/2025), surplus perdagangan RI ke Amerika Serikat terbantu ekspor produk di atas. Indonesia selalu surplus dagang dengan mereka. Per Februari, surplus sebesar 1,57 miliar dolar AS. Ekspor ke Amerika Serikat mencapai 11,26 persen.

Tujuan ekspor utama tetap ke Tiongkok, sebesar 20,60 persen dari total volume perdagangan ke luar negeri. Penyumbang surplus dari mesin dan perlengkapan elektrik sebesar 291,1 juta dolar AS, termasuk lewat Batam. Dari pakaian dan rajut, impor Amerika Serikat tembus 215 juta dolar AS.

Baca juga :  (Bukan Kepri) Guru PPPK Sepi Peminat, Kenapa Pemda Justru Hobi Rekrut CPNS Guru?

Di tiga besar, produk alas kaki membuat Presiden Trump ngamuk lantaran impor mereka tembus 207,7 juta dolar AS. Di Batam, ekspor ke Amerika Serikat mencapai 25 persen volume perdagangan ke luar negeri. Tak heran, BP Batam bersiap diri dengan pengenaan tarif dagang tadi.

Lewat Deputi Investasi dan Pengusahaan, BP Batam menyiapkan lima jurus menetralisir pengenaan tarif dagang tadi, termasuk dengan investasi data centre dari perusahaan Amerika Serikat. Batam sendiri merupakan lokasi konsentrasi investasi data center di Tanah Air lewat KEK Nongsa.

(*)

Bagikan