Thu. Apr 25th, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Fakta Dunia: Penjajahan Eropa di Asia, Negeri Ini Usir Penjajah Pakai 5 Ekor Kuda

3 min read

tak semua negara di asia takluk di tangan penjajahan eropa. negeri kecil di pegunungan himalaya ini bahkan mengusir penjajah pakai 5 ekor kuda/foto via youtube.com

Fakta Dunia: Penjajahan Eropa di Asia, Negeri Ini Usir Penjajah Pakai 5 Ekor Kuda

angkaberita.id – Antara abad ke-16 hingga abad ke-20, Eropa merupakan kekuatan imperialis di dunia, bahkan mereka seperti berlomba menguasai dan menjadikan sejumlah negara lainnya sebagai jajahan.

Praktik kolonialisme ini berlangsuang di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Namun pada akhirnya, sejumlah negeri kolonial itu hanya menguasai Afrika dan sebagaian Asia. Bahkan, di Asia penjajah Eropa itu terusir gara-gara 5 ekor kuda.

Berikut ini, seperti dikutip dari worldatlas, lima negara di Asia tak pernah ditaklukkan kolonialisme Eropa.

1. Thailand

Selama abad ke-19, Kerajaan Siam, kini Thailand menjadi pembatas (buffer) negara jajahan Inggris dan Prancis. Prancis menjajah kawasan Indo China seperti Vietnam, Kamboja dan sebagainya. Sedangkan Inggris menjajah Burma, kini Myanmar.

Raja Chulalongkorn, sang penguasa Takhta Siam mencegah penjajahan negerinya dengan mengadopsi teknologi dan istiadat Eropa. Kemampuan diplomasinya membuat Inggris dan Prancis dalam pengaruhnya, sehingga kedua penjajah itu tidak menyentuh Thailand.

2. China

Saat Eropa berusaha menguasai dunia, Kekaisaran China merupakan kekuatan besar di dunia, bahkan setara dengan Kekaisaran Usmani. Sehingga penjajah Eropa tak berani mengusiknya.

Ketimbang menguasainya, Inggris dan Prancis malah bersaing berdagang dengan China. Begitu juga saat Italia dan Rusia masuk, keduanya tak berhasil menjajah, namun hanya menguasai pantai timur China saja.

3. Afghanistan

Afghanistan dulu memikat Inggris dan Rusia menguasainya. Namun pasukan Inggris nyatanya dikalahkan Afghanistan saat perang Anglo-Afghan I tahun 1839.

Inggris merasa besar, tak menyerah dan menggempur lagi sehingga terjadi perang nglo-Afghan II selama 2 tahun, antara 1878-1880. Inggris akhirnya menguasai urusan luar negeri Afghanistan, tapi tidak mengontrol urusan dalam negeri Afghanistan.

4. Bhutan

Berlokasi di Pegunungan Himalaya, Bhutan dulu juga menjadi incaran Inggris. Namun kondisi alam yang berat membuat Inggris tak mudah menguasainya dalam waktu singkat.

Bahkan, dalam sejumlah pertempuran pasukan Inggris hanya berhasil menguasai segelintir wilayah Bhutan dan bercokol di dalamnya antara 1772-177745.

Inggris menggunakan kesuksesannya ini buat menekan Bhutan. Tekanan Inggris berhasil, Bhutan bersedia berunding. Hasilnya, Inggris memindahkan pasukannya dengan syarat menguasai industri kayu alias pembalakan hutan, plus 5 ekor kuda sebagai kompensasi.

Praktis, itu saja yang didapat Inggris, dan Bhutan tetap tak terjajah kolonialisme Eropa hingga kini.

5. Ethiopia

Ethiopia menjadi satu-satunya negera di Afrika tak tersentuh penjajahan Eropa selama kurun 1880-1914. Bahkan, saat negera Eropa menguasai 90 persen negara di benua ini, Ethiopia masih menjadi negeri bebas.

Tahun 1867, Raja Tewodros menulis surat ke Ratu Vctoria Inggris, namun tak pernah dijawab. Raja marah dan membui sejumlah orang Inggris di Ethiopia tahun 1868, dan menolak melepaskannya.

Pasukan Inggris mencoba menguasai Ethiopia demi membebaskan warga negaranya, namun gagal. Inggris hanya berhasil menguasai Eritrea tapi gagal melengserkan sang raja.

10 tahun kemudian, Italia mencoba menguasai Ethiopia setelah Inggris mental. Ethipia berhasil memukul mundur ITalia saat perang Italo-Ethiopian I tahun 1896. Tahun 1935, di bawah Mussolini, Italia kembali menggempur Italia.

Kali ini Italia menang, selain menguasai Ethiopia juga berhasil melengserkan Kaisar Haile Selassie. Namun tak lama, Sang kaisar di akhir perang dunia ke-2 kembali mendapatkan kontrol Ethiopia dari Italia,

saat itu sekutu Jerman dan kalah perang melawan Amerika Serikat dan sekutunya. Kaisar juga menganeksasi Eritrea pada 1943 dari Italia. Kini Eritrea telah berdiri sendiri sebagai negara terpisah dari Ethipia. (*)

Bagikan