Bupati Natuna Semangati Petani, Pemkab Kawal Melon Lokal Terserap Program MBG

angkaberita – Pemkab Natuna terus memperkuat pertanian lokal demi peningkatan ekonomi warga. Terbaru, mereka mendampingi aksi penanaman lanjutan 1.400 pokok melon di sana. Selain menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga memenuhi permintaan saat Lebaran nanti.

Sebab, dengan penanaman sekarang, petani dapat memanen hasilnya jelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2026. Bupati Cen Sui Lan mengatakan program nasional seperti MBG harus memberikan manfaat nyata ke petani di daerah.

Karenanya, menurut dia, hasil pertanian lokal perlu mendapatkan ruang dalam rantai pasok MBG agar kesejahteraan petani benar-benar meningkat. Pemkab juga berharap harga jual terbaik melon-melon tadi.

“Program (MBG) harus memberi manfaat nyata bagi petani lokal,” tegas Bupati Cen saat meninjau kegiatan pertanian melon, Jumat (27/12/2025). Hadir mendampingi Bupati Cen di lokasi Kepala Dinas Petanian Natuna, Wan Syazali.

Dia mengatakan Pemkab terus memberikan dukungan ke petani, mulai proses budidaya hingga pendampingan teknis serta upaya membuka akses pemasaran hasil panen. Tapi, sebut dia, hingga sekarang belum terdapat mitra dapur MBG, alias SPG menyerap hasil panen petani Natuna.

Kesepakatan Harga Jual

Kondisi tadi menjadi perhatian serius Pemkab Natuna agar ke depan tercipta kesepakatan harga adil dan menguntungkan semua pihak. Perwakilan petani, Jajang Nurjaman, menyampaikan harapan agar harga jual melon lokal dapat bersaing dengan produksi dari luar daerah.

“Kalau dari petani, kami berharap harga bisa di angka Rp 20 ribu per kilogram. Karena melon dari daerah lain saja harganya bisa Rp 25 sampai Rp 30 ribu per kilogram,” beber Jajang. Pemkab menilai pengembangan komoditas melon tak hanya berorientasi peningkatan produksi.

Tapi, juga upaya membangun ketahanan pangan daerah, memperkuat rantai pasok lokal serta memastikan program MBG benar-benar berpihak ke petani. Dengan estimasi panen menjelang Lebaran tahun depan, Pemkab berharap ada kepastian pasar dan harga.

Sehingga petani bersemangat mengembangkan pertanian, dan komoditas melon lokal mampu bersaing secara kualitas dan nilai jual.

(*)

Bagikan