Menkeu Purbaya Bakal Obrak-abrik Bea Cukai, Buang Pejabat Tinggi Lima Pelabuhan Kunci

angkaberita – Menkeu Purbaya berjanji mengobrak-abrik Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak, hanya dengan menyisakan Dirjen mereka. Dia mengaku akan mengeksekusinya dalam waktu dekat, termasuk memindahkan pejabat tinggi di lima pelabuhan utama.

Dia berdalih perombakan demi menekan kebocoran penerimaan negara. Sedianya dia hendak merombak besar-besaran dua Ditjen berduit tadi pada September. Tapi, dia memilih menunda tak ingin mengganggu langkah berburu target APBN tahun 2025.

Perombakan besar-besaran hanya menyisakan Dirjen saja. “Saya sedang memperbaiki Bea Cukai dan Pajak. Ini serius besok diobrak-abrik tuh salah satu. Itu harusnya akan memperbaiki cara kerja Pajak dan Bea Cukai dan harusnya yang bocor-bocor itu nggak akan terjadi lagi ke depan,” kata Menkeu, seperti detikcom tulis, Selasa (27/1/2026).

Khusus pejabat tinggi di Pelabuhan, bahkan Menkeu Purbaya telah memberikan kodenya. “Yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja. Untuk pesan bahwa kita serius tahun ini. Jadi pejabat di lima pelabuhan besar akan diganti semua,” tegas Purbaya.

Sebagai gantinya, Menkeu akan mengoptimalkan pegawai di Kemenkeu. Sebelum ini, dia juga mengancam membekukan Bea Cukai dan menggantinya dengan SGS dari Swiss. Langkah serupa pernah Presiden Soeharto lakukan di dekade 1980-an akibat korupsi masif.

Pelabuhan Besar

Di Tanah Air, terdapat lima pelabuhan besar berpengaruh terhadap perekonomian lewat kontribusi mereka sebagai gerbang ekspor impor alias jalur perdagangan dan logistik. Selain itu, juga berperan sebagai pintu keluar masuk arus penumpang.

Yakni, versi kompilasi sejumlah media dan perusahaan ekspor impor, antara lain:

  1. Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), dengan luas 929 hektare melayani kapal berbagai ukuran. Dia menjaid pusat perdagangan di wilayah barat Pulau Jawa.
  2. Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), luasnya 951 hektare dan menjadi simpul perdagangan kawasan timur Indonesia.
  3. Pelabuhan Patimban (Subang), luasnya 639 hektare. Beroperasi sejak 2018, dan berperan menekan biaya angkut barang dalam negeri sekaligus memperlancar distribusi perdagangan, khususnya wilayah Jabar dan sekitarnya.
  4. Pelabuhan Soekarno-Hatta (Makassar), luasnya 997 hektare sekaligus pelabuhan terbesar di wilayah Sulawesi. Dia menjadi pelabuhan transit kebutuhan logistik di tiga wilayah Indonesia timur, yakni Sulawesi dan Maluku serta Papua.
  5. Pelabuhan Belawan (Medan), luasnya 785 hektare sekaligus menjadi pengganti Pelabuhan Deli di sana. Dia menjadi simpul logistik di wilayah Sumatera.

Di Kepri, pelabuhan terbesar di Batam. Yakni, Pelabuhan Batuampar. Pengelolanya BP Batam, dengan Bea Cukai Tipe Khusus Batam mengurus pengawasan kepabeanan. Karena berstatus FTZ, khususnya Batam Bintan dan Karimun, Kanwil Bea Cukai Kepri di Karimun menjadi “mata telinga” Menkeu Purbaya di jantung ekonomi Kepri tadi.

(*)

Bagikan