Sun. Jul 21st, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Bukan Valas Atau Emas Batangan, Impor Justru Ukuran Riil Cadangan Devisa?

2 min read

ternyata ukuran cadangan devisa tak sekadar bersandar pada naik tidaknya simpanan valas atau emas batangan, namun juga seberapa aman pembiayaan impor hingga tiga bulan ke depan, tentu saja impor komoditas prioritas hajat hidup orang banyak. ilustraksi aktivitas bongkar muat keperluan ekspor dan impor di pelabuhan tanjungpriok jakarta/foto liputan6.com/angga yuniar

Bukan Valas Atau Emas Batangan, Impor Justru Ukuran Riil Cadangan Devisa?

angkaberita.id – Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juli 2019 sebesar 125, 9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini meningkat 2,1 miliar dolar Amerika Serikat dibandingkan posisi akhir Juni 2019, sebesar 123,8 miliar dolar Amerika Serikat.

Cadangan devisa sebesar itu, seperti dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, cukup membiayai impor selama 7,3 bulan, atau 7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Posisi itu jauh di atas standar kecukupan internasional, yakni impor setara 3 bulan impor. Bahkan, Bank Indonesia optimistis kondisi itu mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, termasuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Sumber peningkatan cadangan devisa per akhir Juli 2019, ialah penerimanaan devisa migas dan valas lainnya. “Serta penarikan utang luar negeri pemerintah,” jelas Bank Indonesia dalam siaran pers-nya, Rabu (7/8/2019).

Terpisah, mata uang dolar Amerika Serikat masih menjadi andalan bentuk cadangan devisa di dunia. Berdasarkan data Statista, dolar Amerika Serikat menempati peringkat pertama paling banyak dijadikan cadangan devisa, sebanyak 61,8 persen.

Mata uang Eropa Bersatu, Euro menempel sebanyak 20,24 persen. Yen Jepang sebanyak 5,25 persen, Poundsterling Inggris sebanyak 4,54 persen. Selebihnya bervariasi antara Dolar Kanada, Dolar Australia, Franc Swiss, Renminbi China dan sebagainya.

Berdasarkan pecahan, merujuk data IMF seperti dikutip riset Statista, pecahan dolar Amerika Serikat bergambar Benjamin Franklin alias pecahan 100 dolar Amerika Serikat paling banyak diburu, terutama negara dengan kondisi politik dan moneternya tak stabil.

Sedangkan negara dengan cadangan emas terbanyak di dunia, merujuk data Statista per akhir Juni 2019, ialah Amerika Serikat, sebanyak 8.133, 53 metrik ton. Jerman di peringkat kedua sebanyak 3.367,95 metrik ton.

Urutan tiga hingga lima besar dunia, masing-masing, Italia, Prancis dan Rusia. Yakni, sebesar 2.451,85 metrik ton, 2.436,06 metrik ton serta 2.207,01 metrik ton.

(*)

Bagikan