free page hit counter
Sat. Sep 21st, 2019

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Upah Tukang Sampah di Amerika, Pendapatan Setahun Hampir Rp 1 Miliar Per Orang

2 min read
pendapatan tukang sampah di new york, amerika serikat merupakan tertinggi di negeri paman sam. pendapatan tahunannya bahkan hampir tembus angka semiliar rupiah/foto features.propublica.org

Upah Tukang Sampah di Amerika, Pendapatan Setahun Hampir Rp 1 Miliar Per Orang

angkaberita.id – Tak hanya di Tanjungpinang, jasa petugas kebersihan juga menjadi nyawa Kota New York di Amerika Serikat. Kendati berisiko tinggi, pekerjaan ini termasuk menyediakan imbalan terbilang lumayan. Setidaknya untuk ukuran Negeri Paman Sam.

Petugas kebersihan, khususnya tukang sampah tak semua orang sanggup melakoninya. Jam kerja tak kenal musim mengharuskan pekerjanya tangguh.

Bagaimana tidak? Kadang mulai masuk kerja pukul 03.00 dini hari, kemudian bekerja tak mengenal musim. Badai saat musim dingin, terik mentari saat musim panas. Kehujanan dan sebagainya.

Selain kotor dan bau, pekerjaan ini juga perlu tenaga fisik, terutama saat mengangkut sampah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Belum lagi kemungkinan menghirup bau beracun dan sebagainya. Lalu berapa pemerintah kota setempat membayar jasa mereka?

Statista mengutip data Biro Statistik Buruh Amerika Serikat, menulis: New York memberikan imbalan tertinggi di Amerika Serikat. Tukang sampah di sini dibayar rata-rata setahun 56.280 dolar setara Rp 787,920 juta dengan kurs Rp 14 ribu per dolarnya.

Setelah New York, negara bagian Illinois juga membayar tinggi pekerjaan khas pasukan kuning di Bumi Gurindam ini, per tahunnya 52.370 dolar setara Rp 732,760 juta per pekerja. Kemudian California, pekerja per tahunnya mendapatkan penghasilan setara 51.860 dolar atau Rp 726,040 juta.

Selain imbalan penghasilan tahunan terbilang lumayan, kalangan pekerja di sana juga bisa sedikit berbangga lantaran ini merupakan pekerjaan kerah biru di Amerika Serikat yang tak dialihdayakan ke China, di tengah kecenderungan industrialis di sana memindahkan pabrikannya ke Negeri Panda dengan berbagai dalih di baliknya. (*)

Bagikan