Site icon angkaberita.id

Kabar Garuda Pamit Hantui Gengsi Sport Tourism Di Bintan

angkaberita – Kabar maskapai Garuda Indonesia pamit terbang terakhir di Februari agaknya menghantui gengsi sport tourism di Bintan, meskipun juga mempengaruhi kepercayaan investor. Terbukti, Gubernur Ansar langsung menyurati direksi penerbangan pelat merah tadi.

Bahkan, terbaru Gubernur Ansar juga berjanji mengubah kebijakan standar satuan harga (SSH) keperluan perjalanan dinas. Bersama itu, dia juga memerintahkan ASN berangkat keperluan dinas terbang dari Tanjungpinang, bukan Batam.

Gubernur Ansar berharap arahan tadi menambah arus penumpang ke Jakarta menumpang Garuda. Syukur-syukur mereka menunda rencana terbang terakhir di 6 Februari pekan depan. Sebab, Pemda tidak diperbolehkan memberikan insentif kepada maskapai penerbangan komersial.

Jika sport tourism, Lagoi diperkirakan bakal terimbas. Sebab, banyak pebisnis dari Jakarta menghabiskan waktu pergi plesiran golf ke Lagoi dengan menumpang Garuda. Abdul Wahab, Chief Operation Officer BRC tak menampik kondisi itu.

“Jelas terdampak, tapi kami berharap kalau Citilink menggantikan, dia benar-benar dapat mengisi jadwal ditinggalkan Garuda,” harap Wahab menanggapi kabar itu. Citilink merupakan anak usaha Garuda, khusus penerbangan low carrier alias ekonomis.

Sedangkan Garuda, seperti pengakuan pelaku pariwisata di Lagoi, kebanykan pebisnis atau penerbang high end. “Mereka banyak pergi main golf ke Lagoi,” kata pengelola jasa perjalanan wisata di Bintan. Apalagi Garuda sukses membantu hajatan marathon di Bintan dua tahun terakhir.

Gubernur Ansar hingga rerasan menghidupkan kembali Tour de Bintan demi mendongkrat arus kunjungan ke Bintan, khususnya Lagoi lewat sport tourism. Data BPS, enam bulan terakhir, arus kunjungan domestik, termasuk dari luar Kepri terus meningkat.

Tidak Mengejutkan

Dampaknya jasa perhotelan di Lagoi terbantu occupancy ratio-nya. Selain Bintan, tiadanya Garuda terbang ke Bandara Raja Haji Fisabilillah juga berdampak ke Tanjungpinang. Gengsi ibukota Kepri tercoreng.

Kemudian pengelola Bandara RHF, PT Angkasa Pura Indonesia juga kehilangan pendapatan, terutama dari jasa kebandaraan di sana, meskipun nantinya terkoreksi dengan Citilink jika benar menggantikan Garuda. Pengelola bandara mengakui kondisi itu.

Tapi, kalau melihat kebijakan Garuda selama ini. Seperti diakui Rudy Chua, anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang, diduga karena penurunan jumlah penumpang. Kondisi itu risiko penerbangan direct flight. Bahkan, seperti pengakuan Dirjen Perhubungan Udara, banyak operator penerbangan menolak buka rute baru.

Alias asyik bertarung di rute gemuk, semata karena tidak ingin saat terbang balik ke Jakarta kursi melompong. Sebelum efisiensi, Garuda terhitung tinggi load factor dari Tanjungpinang ke Jakarta. Bahkan, tahun 2024 pernah menambah frekuensi terbang setelah load factor menembus 60-70 persen.

Kini, Garuda melayani rute Tanjungpinang ke Jakarta pergi pulang sebanyak tiga kali sepekan. Mereka terbang dengan Airbus 320 berkapasitas maksimal 180 penumpang. Tapi, Karena pertimbangan bisnis, termasuk perbaikan pesawat dan atu penurunan load factor, lazim Garuda mengurangi.

Tapi, penghentian terbang, untuk sebagian, rute tadi seperti istilah Walikota Tanjungpinang tidak menjanjikan. Yakni, tidak rugi juga tak menguntungkan. Tanjungpinang sendiri sejatinya juga tak masuk hitungan rute dalam standar SSH Kemenkeu.

Gengsi Kepala Daerah

Di sana, sebagian besar merujuk tujuan Batam. Tapi, seperti ketentuan Permenkeu, kepala daerah dapat menentukan SSH batas atas dan tarif bawah keperluan perjalanan dinas. Berdasarkan laporan Statistik Penerbangan Kemenkeu tahun 2023, rute ke Batam juga bukan tergolong rute gemuk di Tanah Air.

Yakni, dengan jumlah pengangkutan dalam periode tertentu di atas sejuta penumpang, lazimnya Bandara Soekarno-Hatta di Banten, Juanda di Sidoarjo atau Hasanuddin di Makassar. Bukti lainnya, Bandara RHF juga rawan naik turun kelas, termasuk status bandara internasional.

Selebihnya, pamitnya Garuda dari Tanjungpinang, bukan hanya berdampak turunnya gengsi Tanjungpinang sebagai ibukota Kepri, tapi untuk sebagian gengsi kepala daerah. Karena, dengan begitu mereka harus terbang lewat Batam jika ingin tetap menikmati perjalanan dinas dengan Garuda.

Belum ada penjelasan resmi Garuda ke publik. Hanya saja, meskipun belum dipastikan, rencana Garuda tadi bersamaan dengan kemungkinan pemerintah kembali menerapkan kebijakan diskon penerbangan saat perayaan Idul Fitri di Maret mendatang.

(*)

Bagikan
Exit mobile version