angkaberita – Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) terus menggebrak dengan sejumlah terobosan di sana. Selain memberi beasiswa pendidikan lewat turnamen domino, terbaru mereka juga membuka sayembar berburu hama kelapa di Midai.
Setiap hama kelapa terkumpul, seperti kumbang maupun ulat hingga tikus, KPDN akan membayar Rp 5 ribu per ekor. Sayembara terbuka buat warga dimulai 20-31 Januari 2026. Terobosan kreatif tadi bentuk kepedulian KPDN mendorong ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di Natuna.
Nah, bagi warga berminat menjadi peserta sayembara berburu hama kelapa dapat mendaftar dengan menghubungi:
- Muslaini (0822-8730-4188)
- Endra Zulharianto (0878-8723-5023), atau
- Ded (Midai) 0851-2472-4570
Pengurus dan anggota KPDN turun langsung ke kebun kelapa warga di Pulai Midai. Lewat aksi pemberantasan hama tadi, KPDN berikhtiar menekan kerugian petani kelapa akibat serangan hama di perkebunan mereka setahun terakhir.
Sebab, warga menjadikan kebun kelapa sumber penghidupan utama mereka. Tapi, karena serangan hama tak terkendali berdampak produksi mereka menurun. Ujungnya mengancam ketahanan ekonomi warga di sana.
Geliatkan Perkebunan Rakyat
Kondisi tadi mendorong KPDN mengambil peran aktif, meskipun dikenal sebagai komunitas hobi. Ketua Dewan Pembina KPDN, Hadi Candra mengatakan program tadi lahir dari keresahan petani akibat serangan hama ke hasil panen kelapa mereka.
“Program ini bentuk dukungan KPDN terhadap ketahanan produksi kelapa masyarakat, sesuai usulan yang kami terima dari Ketua Dewan Pengarah KPDN, Raja Mustakim,” ujar Hadi, Sabtu (17/1/2026). Dia menambahkan, keterlibatan mereka bukan sebatas kegiatan sosial.
Tapi, dia menegaskan, bagian komitmen KPDN mendukung ketahanan ekonomi warga pulau sekaligus keberlanjutan perkebunan rakyat. KPDN nantinya melibatkan warga dalam pelaksanaannya lewat sayembara tadi.
“Setiap hama perusak tanaman kelapa berhasil ditangkap dihargai Rp 5 ribu, sebagai bentuk insentif sekaligus upaya meningkatkan partisipasi masyarakat,” sebut Hadi. Langkah tadi dinilai efektif karena mendorong keterlibatan langsung petani dan warga di sana.
Selebihnya, sebut dia, juga menciptakan kesadaran kolektif pentingnya menjaga kebun kelapa dari ancaman hama. Aksi unik KPDN di Pulau Midai menjadi contoh komunitas hobi dapat bertransformasi menjadi kekuatan sosial berdampak ke sektor ekonomi lokal.
“Di tengah keterbatasan akses dan tantangan wilayah kepulauan, kolaborasi semacam ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan mata pencaharian masyarakat,” pungkas Hadi. (*)

