angkaberita – Kendati setoran PNBP sektor migas di bawah target, Menteri ESDM masih terselamatkan realisasi PNBP Kementerian ESDM melampaui target. Penyelamatnya PNBP sektor SDA, alias industri ekstraksi, dan sektor panas bumi.
Kabar baiknya, meskipun setoran PNBP meleset, Menteri Bahlil Lahadalia berhasil merealisasikan target lifting di APBN 2025. Termasuk, untuk sebagian, terbantu lifting dari Natuna sepanjang enam bulan terakhir.
“Pencapaian target PNBP di Kementerian ESDM mencapai 108,56 persen, melampaui target,” kata Menteri Bahlil, di laman Kementerian ESDM, pekan lalu. Target APBN sebesar Rp 127,44 triliun, realisasinya Rp 138,37 triliun. Kementerian ESDM setor PNBP total sebesar Rp 243,41 triliun, dengan proyeksi cost recovery hingga miliar dolar.
Keroyokan Sumur Tua
Khusus lifting minyak bumi, Menteri Bahlil menyebut rata-rata produksi siap jual tercatat 605,3 ribu barel per hari (bph), atau bertambah 0,3 ribu dari target APBN 2025 sebesar 605 bph.
“Alhamdulillah, sejak 10 tahun terakhir lifting kita nggak pernah tercapai. Baru di 2026 lifting minyak kita mencapai, bahkan melampaui target APBN,” kata Bahlil, seperti CNBC Indonesia tulis, Senin (12/1/2026). Dia mengklaim di eranya lifting bertambah 25 ribu barel per hari.
Sebab, tahun 2024, lifting hanya mencapai 580 ribu bph. Resepnya, lanjut Bahlil, (1) Kebijakan pemerintah mengoptimalkan pengelolaan sumur minyak idle di Tanah Air, termasuk sumur-sumur tua, sehingga mendongkrak kenaikan produksi.
Kemudian (2) Percepatan tender kontrak karya di lapangan baru. Di Kepri, kontribusi PNBP lewat Blok Natuna kelolaan Medco Energy. Di Juni, saat produksi perdana, lifting mereka 10 ribu bph, dan kontribusi di November bertambah total menjadi 20 ribu bph. Meskipun kecil dibanding Blok Cepu, tercatat kontribusi Natuna.
(*)

