Site icon angkaberita.id

Sekolah Lansia Di Pinang, Dinkes Jajaki Buka Lagi Tiga Kelurahan

gedung gonggong menjadi ikon kota tanjungpinang. tahukah anda, kelurahan bukit cermin di kecamatan tanjungpinang barat merupakan kelurahan terpadat penduduknya se-tanjungpinang?/foto kompas.com/ambar nadia

angkaberita – Setelah sukses di Bukit Cermin, Pemko melalui Dinkes Tanjungpinang mendorong pembukaan sekolah Lansia di tiga kelurahan lainnya di Bumi Gurindam. Apalagi Kemendukbangga/BKKBN menjadikannya program unggulan di pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Setidaknya tiga kelurahan lainnya,” ungkap Rustam, Kepala Dinkes Tanjungpinang, tanpa merinci. Dia berharap terealisasi di tahun ini, dengan setiap sekolah nantinya mengelola sebanyak 30 peserta. Langkah tadi seiring dinamika kependudukan di Tanah Air. Sebab, sekarang Indonesia tengah berada di fase bonus demografi, dengan penduduk berusia produktif dominan.

Tapi, untuk sebagian, juga bertambah jumlah Lansia akibat perbaikan kondisi IPM di Tanah Air, khususnya angka harapan hidup. Kemenkeu RI memberikan perhatian serius terhadap dinamika kependudukan itu, khususnya Lansia.

Koalisi Kependudukan

Pemerintah mendorong Lansia tetap produktif, termasuk dengan Sekolah Lansia, demi mengantisipasi tidak terserapnya bonus demografi lewat second demograpic dividend pada Lansia. Nah, Kemendukbangga/BKKBN Kepri mendorongnya, termasuk melalalui Pejuang Kencana.

Yakni, lembaga perkumpulan purna ASN berdinas di BKKBN dan OPD serumpun di Kepri, termasuk di Pemda. Mereka juga menghidupkan kembali Koalisi Kependudukan menjadi mitra Pemda menyiasati dinamika kependudukan, khususnya di Kepri.

Khusus persoalan, seperti diakui Kepala BKKBN Kepri, menjadi pekerjaan rumah, seperti stunting dan pernikahan usia anak. Nah, kasus nikah anak di Tanjungpinang terhitung selalu terjadi setiap tahunnya, dan tersebar di sejumlah kelurahan.

(*)

Bagikan
Exit mobile version