Versi Kemenkeu, Soal Demografi Jangan ‘Senang Hati’ Dengan Pendapatan Bertambah

angkaberita –  Versi Kemenkeu terdapat empat tantangan utama mengelola demografi di Tanah Air ke depan, termasuk Indonesia Emas 2045. Selain populasi Lansia bertambah dan laju urbanisasi, juga persoalan pemberdayaan ekonomi kaum perempuan serta hasrat politik kelas menengah.

Tapi, tantangan kelas menengah akan menentukan dinamika kebijakan kependudukan tahun-tahun ke depan. Lewat Keluarga Berencana (KB), pemerintahan dulu sukses menjaga stabilitas pembangunan. Sejak 1970-an, pemerintah menjadikan KB dasar perencanaan pembangunan nasional.

Suhasial Nazara, Wakil Menkeu, mengungkapkannya di acara United Nations Population Fund (UNFPA) High-Level Dialogue di Jakarta, seperti laman Kemenkeu tulis, pekan lalu. Dia menegaskan, ke depan tantangan demografi tak dapat diabaikan, terutama dari kelas menengah.

Empat Tantangan Kependudukan

Sebab, menurut dia, peningkatan pendapatan seiring bertumbuhnya kelas menengah di Tanah Air meningkatkan aspirasi mereka di bidang pendidikan, kesehatan dan politik. Nah, Indonesia harus siap dengan pemikiran baru dari mereka.

Apalagi, untuk sebagian, aspirasi sosial politik mereka akan berbeda dari sebelumnya. Ke depan, dengan kondisi geopolitik sekarang, mereka akan berpikir kebijakan pemerintah berdampak ke anak keturunan mereka kelak.

“Kelompok middle class yang meningkat bergerak sejajar dengan aspirasi meningkat, termasuk aspirasi politik. Dia tidak hanya menginginkan untuk dirinya sendiri, bahkan menginginkan untuk generasi berikutnya, their offspring. Nah itu akan menjadi sangat-sangat penting. Ini mesti di handle,” ungkap Wamenkeu Suahasil.

Tantangan kedua, laju urbanisasi. Dia memperkirakan sekitar 70 persen penduduk Indonesia akan berdiam di wilayah perkotaan dalam 20-25 tahun ke depan. Perbedaan karakteristik, kebutuhan, dan aspirasi antara masyarakat perkotaan dan perdesaan menjadi tantangan tersendiri perlu diantisipasi sejak dini lewat perencanaan pembangunan inklusif.

Dividen Lansia

Ketiga, Indonesia akan menghadapi masalah aging population. Seiring peningkatan angka harapan hidup penduduk, struktur demografi nasional akan didominasi penduduk Lansia. Wamenkeu menekankan pentingnya memanfaatkan peluang second demographic dividend melalui Lansia produktif.

Terakhir, Wamenkeu menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan dalam ekonomi. Partisipasi mereka, termasuk di sektor tenaga kerja, menjadi kunci penting pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Mereka akan menjadi penopang ekonomi.

(*)

Bagikan