Fri. Jul 26th, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Bukan Ke Galang, Warga Minta Ke Menteri Bahlil Relokasi Di Rempang Saja

2 min read

menteri bahlil lahadali (kanan) menemui gerisman ahmada, ketua keramat di rempang, minggu (17/9/2023)/foto via alurnews.com

Bukan Ke Galang, Warga Minta Ke Menteri Bahlil Relokasi Di Rempang Saja

angkaberita.id - Menteri Bahlil Lahadalai menemui Gerisman Ahmad, Ketua Kekerabatan Adat Masyarakat Tempatan (Keramat). Seperti janjinya sebagai orang kampung, dia datang menemui Gerisman bukan sebagai menteri, tapi sebagai anak ke bapak.

Bahlil meriung bertukar pikiran mencari jalan tengah penanganan rencana investasi di Rempang dengan konsekuensi relokasi warga di sana. Hasilnya, warga meminta pemerintah agar tak merelokasi mereka ke luar Pulau Rempang. BP Batam kemarin, sempat menawarkan Dapur III, Pulau Galang.

"Dalam pertemuan tadi malam, dari Kekerabatan Adat Masyarakat Tempatan (Keramat) ada masukan wilayah relokasi jangan di Galang tapi di Rempang. Saya bilang oke. Saya cari caranya bagaimana," kata Bahlil di depan warga, seperti dikutip detikcom, Senin (18/9/2023).

Dia berjanji akan membawa masukan tadi ke Jakarta dibahas dengan lintas kementerian sembari menunggu keputusan Presiden Jokowi. Sedangkan wilayah Rempang keinginan warga, Bahlil menyebut akan ditentukan nantinya bersama warga di sana.

Begitu juga dengan pekuburan tua di sana, Bahlil mengatakan warga meminta juga tak dibongkar. Bahlil menyetujuinya. Kini dia tengah mencari caranya. Dalam pandangan Bahlil, pekuburan tadi akan dipugar dibuat nyaman sebagai lokasi ziarah. "Kita buat semacam museum untuk menunjukkan identitas perkampungan," kata Bahlil.

Dia memastikan rencana investasi tak mungkin menzalimi warga di sana. Meski demikian, dia menekankan pemerintah akan memberi perlakukan berbeda terhadap masyarakat asli, dan mereka warga penggarap. "Bagi saudara yang baru, mohon maaf perlakuannya berbeda dengan saudara kita sudah turun temurun di sini. Karena itu, saya kemarin rapat dan buat keputusan," tegas Bahlil.

(*)

UPDATE: Penambahan "Saja" Dalam Penjudulan.

Bagikan