
Wiraraja Industrial Park Sukses Gaet Investasi Rp 12 Triliun, Menteri Airlangga Turun Resmikan Di Batam
angkaberita.id - Gebrakan BBK Murah dari Kadin Kepri berbuah manis. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan enam perusahaan baru berinvestasi di kawasan Wiraraja Industrial Park di Batam, Senin (5/6/2023).
Total investasi mereka mencapai 800 juta dolar AS, setara Rp 12 triliun dengan serapan tenaga kerja diproyeksikan sebanyak 13 ribu pekerja. Enam perusahaan baru tadi, yakni PT Jaya Electrical Energy, Marubeni Global Indonesia, Wiraraja Yunan International, Apolo Solar Indonesia, Alpha Solar, dan Tynergi Technology Indonesia.
Menko Airlangga meresmikan langsung dengan menandatangani prasasti disaksikan Akhmad Maruf Maulana, Presdir Wiraraja Group. Hadir menyaksikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Walikota Batam Muhammad Rudi serta tamu undangan lainnya.
Indonesia, kata Airlangga, satu dari sedikit negara sukses menjaga stabilitas ekonomi pasca pandemi COVID-19 di tahun 2020. Bahkan, dibandingkan negara anggota G-20, termasuk tujuh negara maju di dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas mereka.
Airlangga juga memuji Kepri. Katanya, pertumbuhan di kuartal I tahun 2023 mencapai 6,9 persen, jauh di atas pertumbuah nasional 5 persen. Dia menegaskan kondisi itu perlu dijaga sekaligus membuktikan perekonomian Kepri mulai bangkit.
"Ini bentuk daya tarik kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam dan Bintan. Saya melihat energi BP Batam cukup kuat, pengembangan infrastruktur sangat baik," sebut Menko Airlangga sekaligus Ketum Golkar.
Presdir Wiraraja Group, Akhmad Maruf Maulana mengungkapkan peresmian enam perusahaan tadi berkah program Kadin kepri, yakni BBK Murah pada tahun 2020 di Bintan. "Meski COVID-19 melanda, kami tidak pernah mengenal lelah dan pantang menyerah menarik investor agar berinvestasi di Batam. Sehingga kita resmikan enam perusahaan sekaligus," beber Maruf seperti dilansir Kabarbatam, Senin.
Dia menambahkan, kini Wiraraja Group tengah menggarap sejumlah industri lainnya, PT Apolo telah memulai ekspor ke Amerika Serikat. Lima perusahaan lainnya tahap renovasi. Investasi tadi, lanjutnya, berasal dari Amerika Serikat, China, Singapura dan pemodal dalam negeri. "Sebagian perusahaan bergerak di bidang pemurnian silikon hingga industri plastik," papar Ketua Kadin Kepri sekaligus Ketua Golkar Kepri itu.
Maruf berharap dukungan semua pihak sehingga dapat menciptakan terobosan meningkatkan investasi guna membuka kembali lapangan pekerjaan demi pemulihan ekonomi di Tanah Air, khususnya Kepri.
(*)











