Paloh-Jokowi Bertemu Empat Mata, Nasdem Tepis Rumor Pamitan Di Pilpres 2024
angkaberita.id - Nasdem menepis kabar Sura Paloh, sang Ketum, pamitan ke Presiden Jokowi pada Pilpres 2024 lantaran beda arah politik menyusul pertemuan empat mata keduanya di Istana kemarin. Nasdem berkilah pertemuan seperti itu biasa, juga tak membahas isu resafel.
"Jangan ngarang," ketus Sekjen Nasdem, Johnny Gerard Plate, seperti dikutip detikcom, Sabtu (20/8/2022). Tapi, dia tak menampik kabar Paloh-Jokowi bertemu empat mata selama dua jam. Kabar Nasdem pamitan ke Jokowi di Pilpres 2024 terungkap dari bibir Ahmad Khoirul Umam, Direktur Eksekutif Indostrategic.
Klaim dia, Paloh pamitan ke Jokowi. "Meskipun diklaim teman-teman Nasdem pertemuan rutin, tapi konon kabarnya bentuk pamitan secara politik," beber Khoirul. Belakangan Nasdem disebut-sebut bakal berkoalisi dengan Demokrat dan PKS di Pilpres nanti. Pertemuan elite masing-masing juga telah terjadi.
Terakhir, saat AHY Ketum Demokrat ke Nasdem, Jusuf Kalla bertemu empat mata dengan SBY. Paloh juga menerima safari politik Ketum PKS. Koalisi Nasdem Cs disebut-sebut bakal mengusung Anies-AHY. Jusuf Kalla dan Paloh dekat di Golkar, termasuk saat Paloh kalah melawan Aburizal perebutan Ketum Golkar di Pekanbaru.
Sedangkan Kalla-SBY, untuk sebagian, masing-masing berkepentingan dengan Anies-AHY. Kalla merupakan pendorong Anies ke Pilgub DKI Jakarta tahun 2017, dan AHY putra mahkota Demokrat, kendaraan politik SBY sekarang.
Jika koalisi mereka terealisasi, bakal menjadi koalisi ketiga setelah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) besutan Golkar PAN dan PPP serta Koalisi Gerindra-PKB. Tinggal PDIP belum menentukan arah politik mereka, karena menunggu instruksi Ketum Megawati, meskipun di luaran berkembang spekulasi duet jalan tengah Prabowo-Ganjar.
Spekulasi ke situ menguat menyusul pujian Ketum Projo ke Prabowo, dan direspon Prabowo dengan puja-puji ke Presiden Jokowi dalam sejumlah kesempatan. Projo dikenal sebagai organisasi relawan pendukung Presiden Jokowi. Ketum mereka juga hadir di acara KIB. Nah, wajar jika peluang PDIP ke koalisi Gerindra-PKB terhitung lebih besar dibanding ke KIB atau koalisi Nasdem plus nantinya.
(*)