Thu. Aug 11th, 2022

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

PBNU: Politik NU Bukan Politik Parpol, Kenapa?

1 min read

yahya cholil staquf, ketum pbnu didampingi syaifullah yusuf, sekjen pbnu, dan kh miftahul achyar, aais syuriah pbnu/foto via merdeka.com

PBNU: Politik NU Bukan Politik Parpol, Kenapa?

angkaberita.id - Perang dingin pembesar NU dengan petinggi PKB agaknya terus berlanjut. Terbaru, Ketua PBNU Ishfah Abidal Aziz menilai pernyataan Waketum PKB Jazilul Fawaid soal PKB sebagai alat politik NU, sebagai pernyataan keliru. Ishfah menegaskan, politik NU politik kebangsaan, bukan untuk partai politik tertentu.

"Seharusnya politik NU itu politik kebangsaan, politik NU itu politik umat kesejahteraan kemaslahatan umat. Bukan untuk partai politik tertentu," tegas Ishfah, seperti dilansir merdeka.com, Kamis (26/5/2022). Dia menjelaskan, NU bicara politik untuk kepentingan lebih luas. Seperti dalam kebijakan pemerintah agar berdampak positif kepada umat, bangsa dan negara.

NU lanjutnya, tidak bicara soal politik jabatan. "Kalau kemudian diasumsikan bahwa politik lama ini bersifat parsial, soal siapa menjabat posisi apa, itu menjadi sangat kurang tepat," sebut Ishfah. Nah, telah menjadi kebijakan PBNU tak masuk ranah politik praktis. Jazilul sebelumnya menanggapi positif penegasan Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf.

Kata Gus Yahya, NU tak boleh dijadikan alat politik Pemilu 2024. Jazilul sepakat. Namun, dia menegaskan, PKB merupakan alat politik bagi warga Nahdliyin. Jazilul melihat pernyataan Yahya pesan agar parpol lain tak menjadikan NU alat politik. Jauh sebelum itu, Ketum PKB Muhaimin Iskandar juga tak menganggap penting penegasan Gus Yahya. Kata dia, PKB tak terpengaruh pernyataan Ketum PBNU.

(*)

Bagikan