Tue. May 17th, 2022

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Pastikan PNBP Laut Terkumpul, Cen Bakal Bantu Kepri Lewat VTS Center Rp 240 Miliar

3 min read

cen sui lan (kemeja putih) melihat pengoperasian vessel traffic system (vts), radar khusus pemantau mobilitas kapal di perairan kepri secara real time, saat kunjungan ke vts center di batam, rabu (11/5/2022)/foto via suaraserumpun.com

Pastikan PNBP Laut Terkumpul, Cen Bakal Bantu Kepri Lewat VTS Center Rp 240 Miliar

angkaberita.id - Setelah berandil mengawal pengembalian sebagian FIR Kepri ke Kemenhub RI, Cen Sui Lan Jubir Kepri di DPR turun meninjau pengoperasian Vessel Traffic System (VTS) Center, radar canggih penjejak mobilitas kapal niaga ke perairan di Tanah Air, termasuk Kepri.

Sehingga, untuk sebagian, memastikan potensi PNBP sektor kelautan khusus jasa kapal tak menguap akibat tak terawasinya lalu lalang kapal keluar masuk perairan Kepri. Radar senilai Rp 180 miliar tadi, Cen berandil memperjuangkan pengadaannya melalui APBN.

Cen, anggota Komisi V dengan mitra Kemenhub, turun melihat pengoperasiannya di Batam, Rabu (11/5/2022). Bertempat di Tanjung Sengkuang, VTS Center kelolaan Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang menjadi "mata telinga" Kemenhub memantai keberadaan kapal di perairan Kepri.

Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, UPT Direktorat Navigasi, Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub RI. Mereka bertanggung jawab terhadap rambu dan pandu keselamatan kapal berlayar, terutama di ALKI I. "Aset negara bernilai Rp 180 miliar ini berfungsi sebagai mata telinga negara," kata Cen, seusai kunjungan.

via geogepi.hepidev.com

Kata Cen, setiap kapal sebesar apapun akan terekam begitu masuk ke perairan Kepri, berupa video, gelombang radio secara real time. Data rekaman kapal dapat disimpan hingga beberapa tahun kemudian. Dengan VTS, Cen menegaskan, Kemenhub dapat mengontrol pergerakan kapal, termasuk kapal keluar masuk ke Singapura.

Apalagi, Selat Malaka mencakup Indonesia dan Singapura serta Malaysia, merupakan selat tersibuk di dunia, dan menjadi urat nadi perdagangan dunia. "Apapun kejadian di laut, kita wilayah terdepan berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, mampu kita kontrol dengan baik, didukung SDM merah putih," tegas Cen memuji personel VTS Center.

Selain kepentingan Kemenhub, VTS Center juga dapat berbagi data ke Bea Cukai, Kemenkeu RI, demi penegakkan hukum dan pengamanan pendapatan negara (PNBP), juga penegahan penyelundupan. Dalam pengelolaannya, Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang akan berkoordinasi dengan instansi lain, termasuk instansi militer.

Saat kunjungan, Kepala Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, Budi Bimantoro memberikan penjelasan langsung ke Cen. Budi kembali meminta dukungan Cen pengadaan sarpras dan fasilitas VTS di wilayah terdepan belum tercover, terutama di 4 titik.

cen sui lan (kemeja putih) memberikan pesan ke budi bimantoro, kepala distrik navigasi kelas i tanjungpinang saat kunjungan ke vts center di batam, rabu (11/5/2022)/foto via suaraserumpun.com

“Sehingga seluruh wilayah Kepri, mulai dari Natuna dan wilayah barat lainnya mampu dicover. Sehingga fungsi keselamatan pelayaran dan kapal kapal ilegal, mampu kita cegah. Dan penerimaan PNBP kita bisa semakin meningkat,” kata Cen. Kepada Budi, Cen meminta mereka menyiapkan data pendukung keperluan pengadaan VTS di wilayah terdepan Kepri tadi.

Cen menaksir diperlukan anggaran Rp 240 miliar demi pengadaan itu. Namun, jika terpenuhi, manfaatnya bukan hanya mengamankan PNBP sektor kelautan. Namun juga menekan kapal ilegal memasuki perairan Kepri. Cen berjanji memperjuangkan usulan Budi tadi ke pemerintah melalui APBN.

"Saya mau, seperti FIR di udara, kita kuasai kedaulatan kita. Maka VTS di laut juga kita kuasai dan rebut, lewat IMO. Dari 2.000 kapal masuk ke NKRI, masih kecil masuk ke negara kita,” sebut Cen. Terbaru, Indonesia menjadi anggota Dewan IMO hingga tahun 2023 sekaligus bukti pengakuan dunia atas posisi geopolitis perairan dan laut nusantara.

Kalau di laut VTS menjadi mata telinga pergerakan kapal secara real time, di udara peralatan serupa dikenal dengan istilah Flight Radar. Juga dapat memantau pergerakan pesawat secara real time. Kedua aplikasi tadi, untuk sebagian, banyak dimiliki profesional di kedua bidang tadi, terutama pilot dan nakhoda serta keluarga mereka.

(*)

UPDATE: Pembaruan Judul, "....Cen Bakal Bantu Kepri Lewat VTS Center Rp 240 Miliar", Terima Kasih

Bagikan