Thu. Dec 2nd, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Kelakuan Pemda, Duit APBD Menggunung. Sibuk Jor-joran Di Akhir Tahun!

2 min read

kemenkeu agaknya hapal pola pengelolaan apbd pemda di tanah air, yakni menggunung simpanan di perbankan selama bulan berjalan, tapi sibuk jor-joran pencairan di akhir tahun/foto via bogordaily.net

Kelakuan Pemda, Duit APBD Menggunung. Sibuk Jor-joran Di Akhir Tahun!

angkaberita.id- Presiden Jokowi tak habis pikir dengan kelakuan kepala daerah di Tanah Air. Duit APBD diendapkan di perbankan, lantas sibuk jor-joran di akhir tahun. Terbaru, Menkeu juga mengulang sentolan Presiden. Sebab, duit simpanan Pemda di perbankan tak kunjung terserap kegiatan APBD.

Bahkan, akhir Oktober 2021 melonjak tajam dibanding bulan-bulan sebelumnya. Catatan Kemenkeu, seperti dilansir CNBC Indonesia, per 31 Oktober 201 duit simpanan Pemda di perbankan mencapai Rp 226,71 triliun, naik dibandingkan September 2021 sebanyak Rp 194,12 triliun.
"Dana Pemda di perbankan mencapai Rp 226,7 triliun angka tertinggi

Lebih tinggi dibandingkan Juni kemarin Bapak Presiden menyampaikan," ujar Menkeu Sri Mulyani, Kamis (25/11/2021). Sebelumnya, Presiden Jokowi menyentil Pemda hobi menyimpan duit APBD di perbankan.

Padahal serapan belanja mereka terhitung rendah, akibatnya ekonomi tak bergerak. Pada Juni, kata Presiden, simpanan Pemda di perbankan Rp 190,13 triliun. Turun di Juli menjadi Rp 173,73 triliun. Lalu Agustus, meski tipis, naik menjadi Rp 178,95 triliun. Terakhir September naik lagi menembus Rp 194,12 triliun.

Menkeu berharap Pemda mengempiskan simpanan di bank, dan menggembungkan serapan belanja daerah, sehingga ekonomi bergerak tak hanya menunggu pemerintah pusat. Namun, lanjut Menteri Sri, berkaca dari pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya. Pola Pemda simpanan duit APBD menggunung di bulan berjalan, tapi mendadak habis-habisan di akhir tahun.

"Sekarang melonjak di Rp 226 triliun, kita akan melihat nanti bulan November dan Desember. Kalau lihat pattern-nya November belum turun secara drastis, baru nanti bulan Desember banyak terjadi pembayaran-pembayaran," sebut Menkeu.

(*)

Bagikan