Mon. Oct 25th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Travel Bubble: Wisman Masuk Kepri Wajib Miliki Asuransi Rp 1 Miliar?

2 min read

suasana resort di kawasan wisata terpadu bintan resort/foto via cnnindonesia.com

Travel Bubble: Wisman Masuk Kepri Wajib Miliki Asuransi Rp 1 Miliar?

angkaberita.id - Gubernur Ansar mengklaim empat pintu masuk ke Kepri segera dibuka bagi wisman mulai 14 Oktober mendatang. Namun Menpar Sandiaga Uno mengirim pesan berbeda. Kata Sandi, Kepri menunggu hasil ujicoba di Bali per 14 Oktober mendatang.

Lagipula, tegas Sandi, Kemenpar juga masih menunggu aturan visa kunjungan wisata dari Kemenkumham. "Tinggal menunggu arahan dari Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi akan menugaskan Menteri Hukum dan HAM untuk memformulasi kebijakan dari segi visa yang pas dan cocok untuk uji coba (pembukaan Bali) ini," kata Sandiaga, seperti dilansir Katadata, Senin (11/10/2021).

Nah, kebijakan visa, untuk sebagian, ujungnya ialah pintu masuk keimigrasian, termasuk di Kepri. Meski demikian, pemerintah telah memberi lampu hijau 18 negara masuk daftar hijau, alias boleh masuk ke Tanah Air. Jika merujuk azas resiprokal, ialah Inggris dan Serbia.

Inggris telah mengeluarkan Indonesia dari red list mereka, dan Serbia mengakui sertfikat vaksin di Tanah Air. Kemudian, lima negara tahap pertama masuk ke Tanah Air melalui pintu Bali, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Selandia Baru, Jepang, dan Uni Emirat Arab, yakni Abu Dhabi dan Dubai.

Terpenting dari semua itu, wisman masuk harus mengikuti aturan prokes, termasuk kewajiban karantina. Menolak artinya deportasi. Wisman juga harus memperlihatkan hasil tes negatif COVID-19, bukti vaksinasi lengkap, dan memiliki jaminan asuransi kesehatan dengan nilai tanggunganya minimum 100 ribu dolar, atau dengan kurs Rp 10 ribu per dolar, setara Rp 1 miliar.

Sebab, kewajiban karantina dan isolasi mandiri nantinya ditanggung masing-masing wisman. Presiden Jokowi juga memerintahkan Menko Luhut Panjaitan mengawasi simulasi pembukaan wisata Bali. Presiden juga mewanti-wanti pembukaan wisata bakal dilakukan secara ketat dan tegas seiring melandainya kasus pandemi di Tanah Air.

Untuk sebagian, mengantisipasi ledakan baru COVID-19, sebab seperti diakui Luhut belum semua kabupaten/kota di Bali maksimal capaian vaksinasi, khususnya Lansia. Kekhawatiran serupa juga terdengar di Kepri, khususnya di Batam.

Walikota Rudi meminta travel bubble Kepri ditunda hingga seluruh warga tervaksinasi, alias 100 persen target. Pada saat sama, diyakini kalkulasi Gubernur Ansar menggeber pembukaan wisata Kepri demi memastikan skenario APBD Kepri tidak berantakan, setelah rencana lumbung PAD Kepri, seperti labuh jangkar amburadul seiring penolakan Kemenhub per September 2021.

Mengharapkan luberan dana segar dari proyek Jembatan Batam-Bintan, hitung-hitunganya, baru pertengahan tahun depan terealisasi seiring janji Kementerian PUPR melelang proyek setelah kuartal I tahun 2022, molor dari jadwal semula setelah kuartal II tahun 2021. Itupun kalau calon investor yakin dengan investasinya. Sebab, lelang terbagi dua, yakni investasi dan pemerintah. Lelang investasi lebih dulu.

(*)

Bagikan