Thu. Jul 29th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Tangan Dingin Kontraktor Di Real Madrid, Banjir Kontraktor Di Riau?

2 min read

rsud embung fatimah di batam berdiri megah menggamabarkan prospeknya usaha konstruksi di kepri sebelum pandemi covid-19/foto via rsud.batam.go.id

Tangan Dingin Kontraktor Di Real Madrid, Banjir Kontraktor Di Riau?

angkaberita.id - Siapa tak mengenal Florentino Perez, pemilik Real Madrid klub sepakbola tersukses di Spanyol. Namun dipastikan tak semua tahu, Perez sejatinya juga seorang kontraktor bangunan sipil kenamaan di dunia.

Lewat ACS Group, mesin uang Perez berputar ke sekujur dunia. Wajar jika pemerintah mengundang Dubes Spanyol saat market sounding proyek Jembatan Batam-Bintan, belum lama ini. Sebab, menggarap jembatan terpanjang di Tanah Air, itu bukanlah perkara sulit bagi ACS Group.

Berdasarkan data BPS, seperti dilansir Katadata, Jawa Timur menjadi provinsi paling banyak perusahaan konstruksi di Tanah Air pada 2020. Tercatat sebanyak 19,4 ribu perusahaan konstruksi beralamat di Jawa Timur. Jawa Tengah menyusul setingkat di bawahnya sebanyak 11,45 ribu perusahaan.

Jawa Barat berada di urutan ketiga terbanyak, yakni 11,08 ribu. Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta menggenapi di posisi empat dan lima besar, masing-masing, sebanyak 11,02 ribu dan 9,71 perusahaan. Keseluruhan, data 2020, secara nasional terdapat 159,3 ribu perusahaan konstruksi. Sebagian besar proyeknya di Pulau Jawa.

Perusahaan konstruksi dimaksud, data BPS, bergerak di sektor pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana fisik untuk kepentingan masyarakat. Semisal PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Amarta Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, kalau perusahaan pelat merah.

Kemudian Total Persada, jika kontraktor papan atas di Tanah Air, dan sebagainya. Bagaimana dengan Sumatera? Data BPS, bukan Sumatera Utara lokasi terbanyak perusahaan konstruksi. Profesi kontraktor sipil justru terbanyak di Riau. Sumatera Utara dan Aceh, masing-masing, menyusul di posisi kedua dan ketiga.

Kepri dipastikan berada di urutan setelah itu. Meski demikian, sumbangsih mereka bagi PDRB Kepri di tahun 2018 terbilang tinggi, bahkan selama pandemi COVID-19 juga berandil, bahkan menjadi andalan perekonomian di Bumi Segantang Lada, terutama melalui belanja pembangunan bersumber dari APBN dan APBD.

(*)

Bagikan