Sun. Jun 20th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Pilwawali Tanjungpinang, Golkar Tak Khawatir Kurang Suara. Kenapa?

2 min read

ade angga dan endang abdullah, dua calon wakil walikota tanjungpinang/ilustrasi via owntalk.co.id

Pilwawali Tanjungpinang, Golkar Tak Khawatir Kurang Suara, Kenapa?

angkaberita.id – Selain konsolidasi memenangkan calonnya di Pilwawali, Golkar Tanjungpinang juga bergerak cepat memproses pergantian antar waktu (PAW) Ade Angga. Sehari setelah Wakil Ketua DPRD, itu berhenti keanggotaan legislatifnya, Golkar langsung mempersiapkan penggantinya.

“Besok pleno penggantian (Ade Angga),” ungkap Ashadi Selayar, Ketua Harian Golkar Tanjungpinang, Kamis (6/5/2021) melalui sambungan telepon. Jika proses pleno di internal Golkar Tanjungpinang lancar, dia mengungkapkan peraih suara kedua terbanyak Golkar di Dapil Tanjungpinang Barat-Kota akan mengisi kursi Angga, yakni Oktavio Bintana.

Ashadi optimistis proses PAW Angga lancar, sehingga saat Pilwawali pada 10 Mei pekan depan, Angga dapat bertarung dengan bekal suara Golkar utuh, 5 kursi di DPRD. “Kita (Golkar) usahakan tanggal 10, sudah terisi kursinya,” kata Ashadi menepis keraguan sejumlah kalangan.

Sebab, jika berkaca pada PAW politisi PKS Muhammad Arif, perlu sekurangnya lebih dua bulan sebelum Nasrul resmi menggantikannya dari Dapil Bukit Bestari. Prinsipnya, kata Ashadi, Golkar berupaya proses PAW segera dapat diproses.

Seperti diketahui, Rabu (5/5/2021) kemarin, DPRD resmi menetapkan dua calon Pilwawali Tanjungpinang, dengan puncaknya 10 Mei mendatang, yakni Ade Angga dari Golkar dan Endang Abdullah usungan Gerindra. Golkar dan Gerindra merupakan paket koalisi pengusung duet Syahrul-Rahma (Sabar) saat memenangi Pilwako 2018.

Proses penetapan calon Pilwawali dan pemberhentian Angga dari keanggotaan, menurut Ashadi, berurutan dengan selisih waktu tiga jam. “Paripurna pemberhentian keanggotaan jam satu siang, setelah paripurna penetapat calon Pilwawali,” ungkap Ashadi. Namun demikian, dia mengakui, proses Pilwawali memang tak semulus seperti diharapkan.

Kata Ashadi, ada dinamika, terutama saat pembahasan tatib pemilihan. Meski demikian, paripurna akhirnya mencapai kesepakatan. Nantinya, pemungutan suara saat coblosan secara tertutup, satu orang satu suara (one man one vote), dan proses penghitungan dilakukan secara terbuka untuk umum.

Sebelum penetapan calon, sempat berembus kabar satu bakal calon meminta penundaan waktu pemilihan. Bahkan, dikabarkan juga Banmus DPRD belum menetapkan tanggal 10 Mei sebagai hari pencoblosan. Namun Ketua Panlih membantah tegas kedua rumor itu.

Selain pertarungan Pilwawali, khusus Golkar Pinang, juga bakal disibukkan pertarungan internal PAW kursi Wakil Ketua DPRD menyusul berhentinya Ade Angga dari keanggotaan legislatif setelah resmi menjadi calon Pilwawali.

(*)

Bagikan