Thu. Jul 29th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Ansar-Marlin Segera Pelantikan Gubernur, Bursa Sekdaprov Kepri Mencuat

5 min read

jefriden hamid, sekda batam menjadi satu di antara enam nama dalam bursa calon sekdaprov kepri/foto via batamnews.com

Ansar-Marlin Segera Pelantikan Gubernur, Bursa Sekdaprov Kepri Mencuat

angkaberita.id – KPU telah menetapkan pasangan Ansar Ahmad-Marlin Agustina peraih suara terbanyak di Pilgub Kepri 2020. DPRD Kepri juga telah menetapkan keduanya sebagai Gubernur dan Wagub Kepri terpilih. Pemprov telah mengusulkan pelantikan ke Presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara.

Jika prosesnya lancar, Presiden Jokowi melantik keduanya akhir Februari ini. Namun, paling lambat akhir Maret mendatang, Kepri sudah memiliki kepala daerah definitif sehingga segera bisa tancap gas menangani melejitnya angka kemiskinan di Bumi Segantang Lada seperti dirilis BPS Kepri belum lama ini.

Termasuk merealisasi program padat karya pandemi COVID-19 demi memastikan, penduduk Kepri terutama di perkotaan tak jatuh dalam kemiskinan akibat tiadanya daya beli menyusul hilangnya pendapatan selama pademi COVID-19. Nah, memastikan seluruh kebijakan Ansar-Marlin ke depan, berjalan sesuai rencana.

Khususnya, dalam upaya memulihkan perekonomian di Kepri, melalui program padat karya, sejumlah nama mencuat sebagai kandidat Sekdaprov Kepri. Selain membantu Ansar-Marlin merealisasikan janji politiknya, Sekdaprov bakal menjadi tangan kanan Ansar-Marlin bekerjasama dengan DPRD Kepri, terutama membahas tarik ulur urusan APBD di tengah situasi defisit pendapatan.

Isu pandemi COVID-19 dan pemulihan perekonomian di Kepri bakal menjadi pekerjaan rumah terberat Ansar-Marlin. Saking krusialnya, Kadin Kepri bahkan telah merilis kriteria Sekdaprov ke depan agar pro pemulihan ekonomi.

bupati dan sekda bintan, adi prihantara/foto via infopublik

Pada saat sama, pemerintah telah menerbitkan PP No. 41 Tahun 2021 penyatuan Batam, Bintan dan Karimun dalam satu kawasan, dengan Menko Perekonomian menjadi penentu akhir kebijakan.

Sinyal itu menegaskan ke mana pemerintahan Ansar-Marlin harus bergerak. Pendeknya, agenda Ansar-Marlin akan sia-sia jika kebijakan ke depan tidak segendang sepenarian dengan pemerintah pusat, terutama realisasi proyek Jembatan Batam-Bintan dan rencana aksi memulihkan ekonomi Batam, lokomotif ekonomi di Bumi Segantang Lada.

Kompetensi Atau Koneksi

Meski demikian, Ansar-Marlin tetap pemegang prerogatif penentu akhir Sekdaprov Kepri ke depan. Selain kriteria pro pemulihan ekonomi, dengan sendirinya tak alergi dengan kebijakan pro pengusaha, pengalaman dan kompetensi di birokrasi pemerintahan juga dapat menjadi kriteria lainnya.

Karena, Sekdaprov tidak hanya mendesain perencanaan, penganggaran dan pengawasan birokrasi, namun juga mengaktuasikan alias menggerakkan rentang kendali administrasi pemerintahan di Kepri.

juramadi esram, asisten i sekdaprov kepri/foto via lintaskepri.com

Dengan bahasa lain, matang di Bappeda dan atau pengalaman menjadi Sekda di kabupaten/kota atau pernah menjadi penjabat kepala daerah level kabupaten/kota menguat.

Kenapa Bappeda? Karena, sebagai dapur pemikir kebijakan kepala daerah kabupate/kota di Kepri, di sinilah cetak biru perencananaan pembangunan, termasuk pencarian sumber-sumber keuangan pembiayaan pembangunan, dirumuskan dan dimatangkan sebelum diterbitkan sebagai kebijakan kepala daerah.

Bappeda juga menjadi titik simpul harmonisasi kebijakan pemerintahan di setiap kabupaten/kota. Pendeknya, data dan sumber daya potensi suatu daerah menjadi bidang tugas Bappeda pengelolaannya. Terpenting, bersama dengan Sekda menjadi bagian TPAD setiap pembahasan APBD dengan DPRD masing-masing kabupaten/kota di Kepri.

Kriteria ketiga, tentu saja usia. Jika skemanya lelang terbuka, setinggi-tingginya berusia 56 tahun pada saat lelang jabatan. Kecuali, Gubernur Kepri memilih skema pelaksana tugas (Plt) Sekdaprov. Keduanya memiliki plus minus, tergantung kepala daerah sebagai pejabat pembina kepegawaian (PPK) merujuk ketentuan UU ASN.

sardison kepala dinas pmd kependudukan dan catatan sipil kepri/angkaberita.id/marwah

Kriteria keempat, dan ini paling penting, harus sevisi dan dapat bekerjasama dengan Ansar-Marlin, menerjemahkan visi kepemimpinannya di Pemprov Kepri. Lalu siapa berpeluang?

Setidaknya kini beredar enam nama calon Sekdaprov di luaran. Seperti Jefridien Hamid, Sekda Batam. Kemudian Lamidi Kepala Kesbangpol Kepri.

Juramadi Esram Asisten Pemerintahan Dan Kesra Kepri, Sardison Kepala Dinas PMD Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kepri. Kemudian Adi Prihantara, Sekda Bintan dan Muhammad Firmansyah Sekda Karimun. Nama-nama itu, hingga sejauh ini, terbilang ASN senior dan telah malang melintang di pelbagai jabatan OPD.

Ansar Ahmad, belum lama ini, berjanji menyegarkan calon pembantunya di Pemprov Kepri ke depan. Namun dia memastikan, penyegaran bersifat peningkatan kapasitas, bukan berdasarkan kedekatan dan kedaerahan. Karena, menurutnya, tantangan ke depan Kepri pelik dan perlu gerak cepat.

firmansyah, sekda karimun/foto via kundurnews.com

Siapa Berpeluang?

Jika Ansar konsisten dengan pernyataannya, siapa paling berpeluang? Secara usia, enam nama beredar masih lama menjabatnya. Setidaknya baru 5-6 tahun masuk usia pensiun. Kemudian, matang secara penugasan birokrasi pemerintahan.

Juramadi Esram, menghabiskan penugasan birokrasinya di Pemko Tanjungpinang sejak masa Walikota Suryatati A. Manan. Sejumlah OPD pernah dipimpinnya, seperti Kesbangpol, Dispora, Disnaker, Disperindag, Disbudpar sebelum berhijrah ke Lingga menjabat Sekda di masa Bupati Alias Wello.

Kini, Esram menjabat Asisten I Sekdaprov Kepri. Di masa Pilkada kemarin, menjabat Pj Bupati Lingga. Esram asli Lingga. Sardison, bersama Esram di Pemprov terbilang pejabat senior belum masuk usia pensiun dalam waktu dekat. Icon, panggilan akrab Sardison, matang di Bappeda sejak Kabupaten Kepri berlanjut ke Pemprov Kepri di masa Gubernur Ismeth Abdullah.

Memulai karir di Kepri menjadi Camat Selingsing, kini Kabupaten Lingga, Natuna dan Tanjungpinang Barat. Icon terbilang khatam soal perencanaan pembangunan, khususnya Kepri. Sardison kelahiran Kuansing, Riau. Jefridien Hamid, namanya mencuat setelah Walikota Batam Rudi memilihnya menjadi Sekda.

lamidi, kepala kesbangpol kepri/foto via batam.tribunnews.com

Sejak itu, namanya terus lekat dengan Rudi. Bahkan, Pilkada tahun lalu, sempat digadang-gadang mendampingi Rudi. Namanya melejit setelah berhasil mendongkrak PAD Batam saat menjabat Kepala Dispenda. Plus minusnya, orang menilai dia sebagai “orangnya” Rudi. Lamidi, Kepala Kesbangpol Kepri, pernah menjabat Sekda Bintan di masa Bupati Ansar Ahmad.

Kolaborasi keduanya berakhir setelah Ansar tak lagi menjabat Bupati. Jejak penugasannya pernah di Bappeda Bintan, bahkan bisa disebut Lamidi otak pengembangan Bintan dan Ansar menjadi perelisasinya. Tak heran, Bintan menjadi pesaing serius Batam soal pariwisata. Plus minusnya, orang mengenalnya sebagai “orangnya” Ansar dan usianya masuk persiapan pensiun.

Selain Lamidi, khusus dari Bintan, nama lain berpeluang ialah Luki Zaiman, Sekretaris KPU Kepri, pernah Kepala Disbudpar dan Kepala Bappeda Bintan. Kemudian Mohamad Setioso, Asisten Sekda Bintan. Pernah Bappeda dan BP2RD dan, di masa Bupati Apri, menjabat sejumlah Plt seiring pensiunnya pejabat definitif.

Adi Prihantara, Sekda Bintan. Pernah menjadi pejabat Bintan di masa Bupati Ansar. Jika Bupati Apri menggantinya dari Sekda Bintan, semisal, diyakini Adi bakal menjadi calon kuat Sekdaprov. “Adi Prihantara berpeluang,” sebut Saur Sirait, Analis Politik Kepri di Karimun, belum lama ini. Plus minusnya, Bupati Apri pernah menegaskan, dia tak akan mengizinkan pejabatnya hijrah ke Pemprov Kepri.

Sekda Karimun, Muhammad Firmansyah. Matang di berbagai penugasan Pemkab Karimun. Firmansyah, meskipun berkiprah di Karimun, namun lahir dan besar di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Penyengat juga selalu menjadi “ritual” wajib bagi setiap penjabat kepala daerah di Kepri sehari setelah dilantik.

Berziarah ke Penyengat, sejarah mencatatnya pulau mahar Sultan Mahmud, penguasa Riau Lingga kepada Engku Putri Raja Hamidah, putri Raja Haji Fisabilillah, menjadi hukum tak tertulis. Nah, berbeda dengan Pilgub sebelumnya, Ansar-Marlin unggul perolehan suara di Kepri, meskipun kalah di Batam dan Karimun. Tapi, di Pulau Bintan, di Tanjungpinang dan Bintan, Ansar mengakar. Ansar menang di Pulau Bintan. Siapa berpeluang?

(*)

UPDATE: Penambahan Infografis

Bagikan