Fri. Jul 30th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Kader Banteng Unggul Di Empat Pilkada, Kenapa PDIP Bertaji Di Sumbar?

2 min read

kendati secara psikologis politik mengalami pasang surut relasi, pdip di sumatera barat ternyata kadernya justru berjaya di pilkada. bahkan kader pdip memenangi empat dari sembilan pilkada yang diikuti. kenapa?/foto via joss.co.id

Kader Banteng Unggul Di Empat Pilkada, Kenapa PDIP Bertaji Di Sumbar?

angkaberita.id – PDIP mengklaim sukses mengantarkan empat kadernya memenangi Pilkada 2020 di Sumatera Barat berdasarkan hasil hitung cepat. Dari 13 Pilkada Serentak di Negeri Andalas itu, PDIP bertarung di 9 daerah. Sedangkan 3 kabupaten lainnya, PDIP absen lantaran tidak berkursi dan tidak bisa mencalonkan.

Empat daerah dimaksud ialah Kabupaten Dharmasraya, Pasaman Barat, Padang Pariaman, dan Pasaman. “Dengan demikian, PDI Perjuangan memiliki satu kader sebagai bupati dan tiga kader sebagai wakil bupati,” ungkap Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP, seperti dilansir detikcom.

Di Pilgub Sumbar, Hasto menambahkan, PDIP awalnya memiliki calon, namun belakangan batal terkait polemik komentar Puan Maharani, Ketua DPR RI. Jika tidak ada perubahan, kondisi itu menjadi prestasi PDIP di Sumatera Barat.

Pengamat Politik dari Universitas Andalan, Asrinaldi menilai kunci keberhasilan PDIP menempatkan kadernya memenangi Pilkada di empat daerah lantaran jeli mengusung kader sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat, khususnya pemilik hak suara.

“Di Sumbar selama ini, di tempat kader PDIP itu menang, ketokohan figur lebih dominan daripada ideologi partai. Sepanjang PDIP bisa mencari tokoh yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, tokoh itu akan dipilih,” papar Asrinaldi, seperti dikutip CNN Indonesia.

Dia lantas mengulas Pillkada di Pasaman Barat. Di sini, Agus Susanto, kader PDIP yang pernah duduk di DPRD Sumbar dan DPP RI, memangi Pilkada. Di Pasaman, kata Asrinaldi, banyak orang Jawa. Menurutnya, masyarakat di sana mengidentikkan diri dengan karakter figur itu, bukan dengan PDIP.

“Di Dharmasraya dan Pasaman Barat PDIP kuat karena banyak orang Jawa. Di Mentawai PDIP kuat karena di sana banyak orang Kristen. Ini soal karakteristik masyarakat di sebuah daerah dan disesuaikan dengan figur,” urai Asrinaldi dalam analisisnya.

Dia menambahkan, gambaran PDIP tidak mengakar di Sumbar seperti di media sosial, tidak selalu terbukti. “Wacana ketidaksukaan masyarakat Sumbar terhadap PDIP terjadi hanya di kelas tertentu,” kata Dosen FISIP Unand itu. Lebih jauh, Asrinaldi menyatakan, pada Pileg 2024 kalau kuat figurnya, tidak perlu ragu maju dari PDIP.

“Kalau figurnya kuat, dia harus percaya diri maju dari PDIP. Contohnya Sutan Riska di Dharmasraya,” kata Asrinaldi. Sekadar informasi, Pasaman Barat dan Dhamasraya dikenal sebagai daerah transmigrasi, dan sebagian besar berasal dari Jawa.

Dharmasraya semisal, terkenal dengan Sitiung sebagai pusat trans. Di kedua daerah itu, perekonomian dan taraf kehidupan penduduk terbilang maju, dengan mengandalkan penghidupan dari sektor perkebunan.

(*)

UPDATE: Penambahan Infografis Sebagai Pengayaan Peta Kependudukan

Bagikan