Mon. Oct 25th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

Kisah Kota (1): Lelah Jadi Olok-olok Media Sosial, Warga Sepakat Ganti Nama Desa Bermakna Cabul

2 min read

turis tengah berfoto-foto di depan papan nama penanda desa bermakna cabul di austria. sejumlah pelancong dikabarkan kerap mencuri papan nama sehingga memaksa pemerintah desa akhirnya menggantinya dengan bahan sukar dicabut, dan akhirnya mengganti namanya/Mladen Antonov/AFP/Getty Images

Kisah Kota (1): Lelah Jadi Olok-olok Media Sosial, Warga Sepakat Ganti Nama Desa Bermakna Cabul

angkaberita.id – Lelah terus menerus menjadi bahan olok-olokan, warga desa di Austria sepakat mengganti nama kotanya tahun depan. Apalagi, banyak turis berfoto-foto di dekat papan nama kota, dan kemudian menyebarluaskan ke media sosial. Bahkan, beberapa kali hilang dicuri orang tak dikenal.

Nah, seperti dilansir The Guardian, tahun baru 2021 depan mereka akan menggantinya menjadi Fugging, sekaligus meninggalkan nama lama yang populer di media sosial. Warga mengaku kerap menjadi bulan-bulanan, dan kesal kena olok-olok sebagai warga “pencabul” merujuk arti nama desa dalam bahasa Inggris.

Padahal, menurut sejarawan, nama F**king, jejak keberadaan sejak abad ke-11. Notulen hasil rapat badan perwakilan desa setempat pada Kamis, terungkap per 1 Januari 2021, desa berpenduduk 100 jiwa dengan berlokasi 350 kilometer dari Wina, ibukota Austria, bakal resmi berganti nama.

“Saya konfirmasi desa berganti nama,” kata Andrea Holzner, Walikota Tarsdorf, tempat desa bernaung secara administratif. “Saya tidak ingin berkata-kata lagi, kami sudah cukup dengan kegilaan media (sosial) beberapa waktu terakhir,”katanya kepada harian Ober√∂sterreichische Nachrichten (OOeN).

Menurut harian Die Presse di Wina, penduduk desa itu di luaran kerap dipanggil sebagai “pencabul” lantaran arti nama itu dalam bahasa Inggris. “Sudah cukup dengan olok-olok setiap turis datang ke desa,” tegas Andrea.

Namun ternyata tak seluruh warga sepakat dengan penggantian nama desa itu. “Apakah orang-orang itu (warga desa pendukung penggantian nama) tak punya rasa humor lagi,” tanya seorang pembaca OOeN. Padahal, pembaca lain menimpali, itu kan publikasi gratis. “Mereka harusnya senang dengan nama lucu itu,” tegasnya.

Kehebohan media mencuat menyusul pergunjingan media sosial di Austria setelah nama desa menjadi lantaran sampul buku Kurt Palm, novelis Austria, dan belakangan diadaptasi menjadi sebuah film berjudul Bad Fucking.

Berdasarkan catatan resmi, desa berdiri tahun 1070, dan menurut penuturan sejumlah warga lokal, penamaan terkait dengan seorang bangsawan Bavaria di abad ke-6 bernama Focko. Dia disebut sebagai pendirinya.

Dan, sebuah peta bertahun 1825 menyebut daerah itu Fuking. Uniknya, nama berkonotasi cabul juga terdapat di tetangga desa mereka, persis di seberang perbatasan dengan Jerman. Namanya Petting, bedanya itu berlokasi di Bavaria, Jerman.

(*)

Bagikan