Wed. May 19th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

COVID-19: Pakai Data BPJS Naker, Seluruh Guru Dan Perawat Honorer Dapat BLT Pekerja

2 min read

pemerintah berencana memperluas pegawai honorer penerima bantuan langsung tunai (blt) pekerja. selain pekerja bergaji di bawah rp juta, blt sebesar rp 600 ribu selama empat bulan juga bakal diberikan kepada pegawai honorer, guru honorer dan perawat honorer terdaftar sebagai peserta bpjs ketenagakerjaan/foto via makassar.tribunnews.com

COVID-19: Pakai Data BPJS Naker, Seluruh Guru Dan Perawat Honorer Dapat BLT Pekerja

angkaberita– Jika selama ini, hanya sebagian kecil pegawai honorer mendapatkan bantuan sosial melalui BLT pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta, ke depan pemerintah berencana meluaskan cakupannya tak hanya berdasarkan kepersertaan honorer di BPJS Ketenagakerjaan saja.

Presiden Jokowi disebut bakal memberikan bantuan sosial ke seluruh pegawai honorer. Namun pemerintah masih mengkaji detail penyalurannya. “Pemerintah akan kaji dimana tenaga honorer akan diberikan bantuan,” ungkap Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian, seperti dilansir Katadata, Senin (14/9/2020).

Hingga 14 September, sudah 3,8 juta dari 5,6 juta orang penerima BLT pekerja berstatus pegawai honorer. BLT pekerja sendiri disebut akan menjangkau 15,7 juta pekerja di tanah air. Selain pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta, penerima BLT itu di antaranya pekerja honorer, guru honorer, karyawan hotel, hingga tenaga medis.

Terpisah, BPJS Ketenagakerjaan menyatakan, tercatat 11,5 juta peserta BPJS Ketenagakerjaan tervalidasi sebagai penerima BLT pekerja dari 14,4 juta data masuk. “Kami sudah validasi berlapis sampai dengan tiga tahap, jumlah yang tervalidasi mencapai 11,5 juta orang,” kata Deputi Direktur Humas dan Antarlembaga BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja, pekan lalu.

Kepada peserta tervalidasi, Irvansyah mengatakan, pihaknya menyiapkan dua langkah. Pertama, mereka akan mengembalikan data nomor rekening kepada perusahaan untuk melakukan konfirmasi ulang. Kedua, data yang tak sesuai kriteria tak akan dimasukkan dalam daftar penerima bantuan. Menko Perekonomian Airlangga mengatakjan, sejumlah bansos diberikan hingga tahun 2021 demi menjaga daya beli warga, termasuk BLT pekerja.

(*)

Bagikan