Thu. Oct 21st, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

COVID-19: Buka Penerbangan Internasional, Arab Saudi Kembali Izinkan Umrah?

2 min read

arab saudi mencabut larangan penerbangan internasional mulai 15 september 2020, dan mengizinkan sejumlah warga negara non arab saudi masuk dengan syarat bebas covid-19. awal tahun 2021, arab saudi akan membuka kembali seluruh akses transportasi dari dan ke negeri itu. pencabutan larangan penerbangan internasional menjadi sinyal bakal dibukanya kembali izin ibadah umrah ke tanah suci/foto ilustrasi shutterstock via intisari.grid.id

COVID-19: Buka Penerbangan Internasional, Arab Saudi Kembali Izinkan Umrah?

angkaberita.id – Setelah menutup kedatangan jamaah haji dan umrah dalam skala besar tahun ini akibat pandemi COVID-19, Arab Saudi bakal membuka kembali izin pelaksanaan umrah secara bertahap. Kebijakan itu menguat seiring pencabutan larangan penerbangan internasional mulai, Selasa (15/9/2020).

Kemendagri Arab Saudi mengumumkan kebijakan pencabutan itu, Minggu (13/9/2020), setelah enam bulan pembatasan perjalanan akibat pandemi. Arab Saudi sendiri menangguhkan izin umrah sejak bulan Maret lalu, di atas kekhawatiran merebaknya pandemi di tanah suci.

Sehingga di musim haji akhir Juli lalu, Arab Saudi hanya memperbolehkan ibadah haji dengan skala terbatas, hanya 10.000 jamaah saja, jauh di bawah kondisi setahun sebelumnya sebanyak 2,5 juta jamaah haji dari sekujur dunia.

Seperti dilansir CNN Indonesia mengutip AFP, pencabutan larangan penerbanga internasional agaknya menjadi pemanasan bagi rencana Arab Saudi mengakhiri seluruh pembatasan moda transportasi di negeri kaya minyak itu, termasuk darat dan laut setelah 1 Januari tahun depan. Namun Kemendagri tidak memberikan tanggal pastinya.

Berdasarkan kebijakan baru itu, warga Timur Tengah dan non Arab Saudi dnegan izin tinggal (visa) valid boleh masuk ke Arab Saudi per 15 September, dengan syarat tidak terjangkit COVID-19. Selain mereka, izin juga berlaku bagi pegawai pemerintah dan militer, pekerja kedutaan asing dan orang memerlukan perawatan medis.

Sebelumnya, dengan larangan penerbangan sejak Maret lalu, banyak warga Arab Saudi tertahan di luar negeri. Berdasarkan data, kasus COVID-19 sejauh ini, tercatat sebanyak 325.000 kasus, sebanyak 4.200 pasien di antaranya meninggal. Tertinggi dibanding kasus serupa di jazirah Timur Tengah. Per Juni, Arab Saudi mengakhiri jam malam dan mencaut pembatasan bisnis, termasuk tempat hiburan dan bioskop. (*)

Bagikan