Sun. Jan 17th, 2021

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

COVID-19 Lahirkan ‘Zombie Companies’ (Termasuk Di Kepri), Begini Ciri-ciri Perusahaannya

2 min read
akibat perekonomian tak bergerak maksimal, banyak perusaan mati segan hidup tak mau alias zombie companies. cirinya hanya sanggup bayar gaji saja/foto ilustrasi virus corona via kompas.com

COVID-19 Lahirkan ‘Zombie Companies’ (Termasuk Di Kepri), Begini Ciri-ciri Perusahaannya

angkaberita.id – Pandemi COVID-19 benar-benar memukul perekonomian tanah air. Bukan saja menghadirkan ancaman resesi, namun juga melahirkan banyak perusahaan mati segan hidup tak mau alias ‘zombie companies’.

Fenomena itu diungkapkan Chatib Basri, Menkeu era Presiden SBY, akibat mandeknya roda perekonomian di tanah air. Ekonomi katanta, tak bisa bergerak 100 persen akibat daya beli lemah. Kemudian kelas menengah berduit cenderung menahan belanja akibat pandemi.

“Protokol kesehatan membuat ekonomi tak bisa beroperasi 100 persen akibat skala ekonominya tak tercapai,” ujar Chatib, seperti dilansir CNBC Indonesia. Katanya, akibat skala ekonomi hanya 50 persen, perusahaan hanya bertahan hidup sepanjang masih bisa bayar gaji. Sekadar impas modal saja, apalagi untung.

“Perusahaan bisa tetap survive selama masih bisa bayar biaya variable seperti gaji dan sebagainya, tapi tak untung. Perusahaan bisa jadi zombie companies,” terang Chatib. Simpulan itu, menurutnya, hasil riset berdasarkan data Google dan Humdata.org.

Berdasarkan Google Mobility menunjukkan setelah pembukaan aktivitas, mobilitas masyarakat naik tajam. Namun, berangsur datar dan melambat. Bulan Juni menjadi bukti, dan berangsur turun di Juli dan Agustus. Pun, perkantoran tumbuh 13 persen pada Juni, kemudian turun menjadi 1,4 persen di Juli, bahkan minus 0,2 di Agustus.

Ekonom Faisal Basri meyakini ekonomi tanah air akan pulih jika kurva COVID-19 melandai atau turun. Kunci penurunan, menurutnya, memperbanyak tes COVID-19 ke masyarakat.

Dia juga mengkritisi pemerintah dan disebutnya lebih mengutamakan ekonomi dibanding kesehatan. Ukurannya, kata dia, sektor kesehatan di Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hanya Menkes, selebihnya kementerian sektor perekonomian dan lainnya. (*)

Bagikan