Sat. Jul 4th, 2020

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

COVID-19: Skenario Tahun Ajaran Baru Kemendikbud, Begini Kondisi Di Tanjungpinang

2 min read
kemendikbud memutuskan tahun ajaran baru 2020/2021 bergulir pekan ketiga juli, pembukaan sekolah sepenuhnya kewenangan pemda di daerah masing-masing/foto ilustrasi via hariansib.com

COVID-19: Skenario Tahun Ajaran Baru Kemendikbud, Begini Kondisi Di Tanjungpinang

angkaberita.id-Di tengah karut marut proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PDB) online di Batam, Kemendikbud memastikan tahuan ajaran baru 2020/2021 dijadwalkan mulai pekan ketiga bulan Juli 2020. Namun metode kegiatan belajar mengajar (KBM)-nya tidak berupa tatap mula dalam kelas.

Sebaliknya memakai modul dengan memanfaatkan teknologi internet hingga siaran televisi dan radio. “Tahun ajaran baru dimulai pada senin ketiga Juli yang akan datang,” ujar Kepala Biro Kerjasama Dan Humas Kemendikbud, Efi Mulyani belum lama ini, seperti dilansir CNBC Indonesia, Minggu (14/6/2020).

Katanya, tersedia modul dan dapat dipelajari secara mandiri. Hanya memang memerlukan kerjasama antara guru dan orangtua. Saat ini, menurutnya, Kemendikbud tengah mengkaji bersama Gugus Tugas COVID-19 kebijakan soal pendidikan di tanah air, terutama pengaturan ulang skala prioritasnya.

Namun kondisi itu agaknya kurang efektif di Tanjungpinang. Karena tidak semua peserta didik memiliki peranti belajar secara daring alias online. Kondisi ekonomi masing-masing peserta didik juga berbeda-beda, sehingga tak semua orangtua membelikan anaknya perangkat android sebagai sarana belajar dari rumah.

“Bayangkan saja, ada keluarga yang kurang mampu memiliki dua anak masih sekolah, mereka hanya memiliki satu unit android, sehingga bergantian mengerjakan tugas sekolah,” ungkap Atmadinata, Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, seperti dilansir Batamnews, baru-baru ini.

Dia mengusulkan, Pemko Tanjungpinang bisa membantunya, namun dengan catatan anggarannya tidak diambilkan dari pos dana Dinas Pendidikan. Bagaimana dengan pembukaan sekolah? Atmadinata blak-blakan risikonya tinggi. “Banyak guru sudah berusia 50 tahun,” ungkapnya.

(*)

Bagikan