Mon. Jun 24th, 2024

angkaberita.id

Situs Berita Generasi Bahagia

COVID-19: Berpacu Mencipta Test Pack Corona, Jepang Klaim Cukup 15 Menit Ketahui Hasil

2 min read

virus corona/ilustrasi via tirto.id

COVID-19: Berpacu Mencipta Test Pack Corona, Jepang Klaim Cukup 15 Menit Ketahui Hasil

angkaberita.id-Tak hanya berjibaku mencari vaksin penangkal COVID-19, pandemi virus mematikan ini juga memaksa industri farmasi di dunia berpacu menemukan cara tes COVID secara cepat.

Tes atau pengujian COVID-19 ini sangat penting bagi petugas kesehatan mengidentifikasi dengan cepat sekaligus mengisolasi pasien terjangkit. Kecepatan tes diperlukan, terutama bagi strategi mitigasi COVID-19 berbasis tracing pasien dan riwayat kontak pasien dengan orang lainnya.

Kabar terbaru, seperti ditulis dilansir CNBC Indonesia, pabrikan Jepang mengklaim mampu membuat alat penguji dengan kemampuan mendeteksi hasil positif tidaknya suspect COVID-19 hanya hitungan 15 menit. Padahal, di Swiss diperlukan waktu hingga berjam-jam.

Alat penguji COVID-19 hanya satu dari sekian instrumen perang melawan virus mematikan ini. Langkah lainnya tentu saja membiasakan hidup dengan COVID-19, dengan mengindahkan protokol-protokol pencegahannya, baik soal kesehatan, transportasi dan sebagainya.

Kemenkes RI, melalui situs khusus COVID-19, menyediakan manual panduan protokol dimaksud. Selain diimbau tidak panik, kepatuhan terhadap protokol diperlukan demi menangkal penyebaran COVID-19 di tanah air.

Apalagi, per Sabtu (14/3/2020) kasus infeksi bertambah menjadi total 96 dari sebelumnya sebanyak 69, atau bertambah 27 kasus baru. Episentrum sebaran meluas, selain Jakarta, Tangerang dan Depok, juga Solo dan Yogyakarta. Kemudian Pontianak, Bali dan Manado.

Khusus Jakarta, meski tersebar di sekujur DKI Jakarta, namun konsentrasi terbanyak di Jakarta Selatan. Total, sebanyak 17 pasien COVID-19 di Jakarta, seperti ditulis tirto.id, tersebar di Tanjung Priok (2), Kelapa Gading (2), Kramat Jati (1), Pancoran (1), Cilandak (1).

Kemudian Mampang Prapatan (2), Kebayoran Baru (1), Kebayoran Lama (2), Kebon Jeruk (1), Kembangan (1), Cengkareng (2), dan Penjaringan (1). Selebihnya masih menunggu hasil uji sampel di laboratorium, dan suspect pasien tersebar hampir seluruh kecamatan di Jakarta. (*)

Bagikan